Jumat 10 Januari 2020, 19:25 WIB

Jepang Tekankan Sentralitas ASEAN sebagai Pusat Indo-Pasifik

Haufan Hasyim Salengke | Internasional
Jepang Tekankan Sentralitas ASEAN sebagai Pusat Indo-Pasifik

AFP/Istana Presiden
Menlu Jepang Toshimitsu Motegi (kiri ) disambut Presiden Joko Widodo (kanan di Istana Presiden, Jakarta, Jumat (10/1).

 

SELAMA ini Jepang sebagai mitra setara bagi ASEAN, selalu mendukung penuh upaya-upaya blok ini dalam mengembangkan kerja sama utama di kawasan. Tokyo juga dengan sungguh-sungguh memikirkan bagaimana seharusnya Asia memberi saran kepada ASEAN.

Demikian pernyataan Menteri Luar Negeri (Menlu) Jepang Toshimitsu Motegi saat menyampaikan pidato tentang kebijakan luar negeri Jepang terhadap ASEAN bertajuk Menuju Tahapan Baru Kerja Sama dengan Semangat Gotong Royong bertempat di Sekretariat ASEAN, Jakarta, Jumat (10/1).

Menurut Menlu Jepang, ini adalah pidato kebijakan luar negeri Jepang yang pertama kali yang dilakukannya di luar negeri sebagai Menlu.

Motegi menegaskan, Jepang mendukung sepenuhnya prinsip yang diantumkan dalam ASEAN Outlook on Indo-Pacipic (AOIP) yang diadopsi pada Juni tahun lalu.

"Sekaligus (Jepang) sungguh-sungguh mengapresiasi kepemimpinan Indonesia dalam perumusan prinsip ini," ujar Motegi.

Alasannya, menurutnya, gambaran Indo-Pasifik masa depan yang ditunjukkan dalam AOIP memiliki kesamaan dengan visi yang dianjurkan oleh Jepang.

Ia menekankan, kawasan Indo-Pasifik merupakan pusat dinamika dunia, tempat hampir separuh penduduk dunia bermukim. Kawasan ini sekaligus hubungan antarnegara sering kali berubah drastis karena adanya persaingan kekuatan yang kompleks di antara beberapa kekuatan.

"Tatanan di kawasan Indo-Pasifik harus ditertibkan secara transparan oleh aturan yang jelas bukan oleh kekuatan fisik secara sewenang-wenang," tegas Menlu Jepang.

"Agar kita dapat mewujudkan lingkungan sosial ekonomi yang stabil dan mampu diprediksi dengan baik, sehingga kita mampu menikmati kemakmuran dalam arti yang sebenarnya sebagai pusat perhubungan laut," imbuh Motegi.

Alasan selanjutnya, ia menegaskan pentinya sentralitas ASEAN yang telah membangun jaringan kerja sama multilayer di kawasan seperti ASEAN+1, ASEAN+3, EAS, dan ARF untuk perkembangan Indo-Pasifik secara keseluruhan.

Motegi menyebut tiga arah arah kebijakan baru dalam kerja sama Jepang-ASEAN yaitu pemberdayaan manusia, pembenahan kelembagaan, dan pengumpulan kearifan-kearifan bersama.

Pemerintah Jepang berkomitmen memajukan kerja sama dengan negara-negara di kawasan ASEAN berlandaskan pada semangat gotong royong. Dalam hal ini Motegi mengutip falsafah yang disampaikan Presiden Soekarno.

Barangkali, menurutnya, salah satu proyek Jepang yang paling terkenal di Indonesia adalah kerja sama pemolisian masyarakat (polmas). Tujuannya membangun polmas yang mampu menangani kejahatan umum secara independen terpisah dari TNI.

Sejak dimulai 2017, tahapan baru program tersebut telah membina 122 pelatih kepolisian di 17 provinsi di Tanah Air. Diharapkan aktivitas ini bisa disebarluaskan ke seluruh penjuru Tanah Air. Indonesia dan Jepang juga bekerja sama untuk meningkatkan kapabilitas polmas Timor Leste.

Proyek kerja sama lain adalah di bidang keamanan laut antara Japan Coast Guard dan Bakamla. Dua negara ini adalah sama-sama negara kepulauan yang memiliki ZEE luas.

"Berpegang pada kata gotong royong, marilah kita jadikan tahun 2020 sebagai tahun pertama bagi ASEAN dan Jepang untuk mendorong kerja sama lebih lanjut menuju Indo-Pasifik yang bebas, terbuka, dan sejahtera," tandas Motegi.

Sementara itu, Sekjen ASEAN Lim Jock Hoi menyebut Jepang sebagai mitra yang tidak tergantikan yang telah berkontribusi dalam memajukan kesejahteraan di kawasan tersebut. "Saya mengajak supaya kerja sama ini untuk ditingkatkan," ujar Hoi. (Hym/OL-09)

 

Foto di fotomi@

Berita Terkini

Read More

Poling

Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) menggunakan sistem zonasi menimbulkan polemik di tengah masyarakat. Setujukah Anda dengan kebijakan zonasi tersebut?





Berita Populer

Read More