Jumat 10 Januari 2020, 17:58 WIB

Mega: Kader yang Cari Keuntungan di PDIP, Silakan Keluar!

Cahya Mulyana | Politik dan Hukum
Mega: Kader yang Cari Keuntungan di PDIP, Silakan Keluar!

ANTARA
Sekretaris Jenderal PDI Perjuangan Hasto Kristiyanto.

 

KETUA Umum PDI Perjuangan Megawati Soekarnoputri memberi peringatan keras kepada seluruh kader agar jangan mencari keuntungan pribadi dengan memanfaatkan mesin partai 'banteng moncong putih'. Bila ada yang melanggar, ia menginstruksikan mereka untuk segera angkat kaki.

Hal itu disampaikan Mega saat menyampaikan pidato di arena Rakernas I PDI Perjuangan dan HUT ke-47 PDIP di JIExpo Kemayoran, Jakarta, Jumat (10/1).

Baca juga: Megawati: Jangan Jadi Politisi Populis yang Mengaduk Emosi Rakyat

"Jangan berhitung untung-rugi bagi kerja politik! Jangan mencari keuntungan pribadi atau kelompok dari tugas ideologis ini! Pidato politik ini.... Dengar! Pidato politik ini adalah instruksi langsung dari ketua umum bagi seluruh kader PDI perjuangan," kata Mega yang disambut riuh peserta rakernas.
 
Putri sulung Bung Karno itu menegaskan tidak akan melindungi kader yang tidak taat terhadap instruksi partai. Bagi dia, tidak ada tempat bagi kader yang mencari keuntungan dengan memanfaatkan PDIP.

"Saya tidak akan melindungi kader yang tidak taat terhadap instruksi partai! Saya akan menggeberak kalian seperti biasanya berkali-kali agar sadar terhadap tugas ideologis kita. Jika tidak siap, silakan kalian pergi! Keluar dari PDI perjuangan," tukas dia.

Instruksi Mega tersebut dilontarkan seiring dengan kemelut yang tengah menyeret perahu PDIP. Salah seorang kader PDIP dari daerah pemilihan Sumatra Selatan I Harun Masiku telah ditetapkan sebagai tersangka suap terhadap Komisioner KPU RI Wahyu Setiawan.

Kasus suap itu ditangani Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Lembaga antirasuah kabarnya berencana memanggil Sekretaris Jenderal PDIP Hasto Kristiyanto dalam penyidikan kasus dugaan suap terkait proses pergantian antar waktu (PAW) anggota DPR terpilih dari PDIP periode 2019-2023 tersebut.

"Kalau penyidik membutuhkan keterangan, yang bersangkutan pasti akan dipanggil," kata Plt Juru Bicara KPK Ali Fikri saat dikonfirmasi mengenai pemanggilan Hasto di Jakarta, Jumat.

Dalam kasus ini, tim KPK bahkan telah mengamankan Saeful (swasta) yang merupakan staf Hasto Krirstiyanto. (Cah/A-5)

Baca Juga

Istimewa

Adaptasi dan Kepastian Hukum Bagi Notaris di era New Normal

👤Muhamad Fauzi 🕔Sabtu 30 Mei 2020, 18:55 WIB
MEMASUKI tatanan era baru atau new normal menjadi tantangan tersendiri bagi para notaris. Selain perlu adaptasi, dukungan regulasi dari...
Inibaru.com/i-malut.com

Jejak Ruslan Buton, Salah Satu Pelaku Pembunuhan Petani Cengkeh

👤Yakub Pryatama Wijayaatmaja 🕔Sabtu 30 Mei 2020, 18:13 WIB
Ruslan dan kawan-kawan diduga melakukan penganiayaan hingga La gode tewas sehingga Ruslan ditahan 1 tahun 10 bulan pada...
MI/MOHAMAD IRFAN

Dorong Kesiapan Daerah, Kemendagri Gelar Lomba Inovasi New Normal

👤Faustinus Nua 🕔Sabtu 30 Mei 2020, 17:45 WIB
Menteri Dalam Negeri (Mendagri), Muhammad Tito Karnavian, mengatakan bahwa diadakannya lomba inovasi itu dilatarbelakangi oleh situasi...

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya