Sabtu 11 Januari 2020, 10:30 WIB

Paspor Jepang Terkuat Tahun 2020, Indonesia di Posisi 72

Fetry Wuryasti | Weekend
Paspor Jepang Terkuat Tahun 2020, Indonesia di Posisi 72

AFP
Paspor Jepang menjadi paspor terkuat di dunia tahun ini.

TAHUN ini paspor Jepang kembali menjadi paspor terkuat di dunia. Negara ini menduduki peringkat pertama dengan total bebas visa ke-191 negara.

Indeks peringkat ini disusun perusahaan perencanaan kependudukan dan kewarganegaraan Henley & Partners. Henley Passport Index memeringkat semua paspor dunia berdasarkan data dari Asosiasi Transportasi Udara Internasional (IATA) yaitu asosiasi yang mengelola database informasi perjalanan terbesar dan terakurat dunia.

Di peringkat ke dua ditempati Singapura yang juga mempertahankan posisinya dengan bebas visa ke 190 negara. Sementara Korea Selatan turun untuk bergabung dengan Jerman di tempat ketiga dengan bebas visa ke 189 negara.

Finlandia dan Italia di tempat keempat (188 negara bebas visa) dan Denmark, Luksemburg, dan Spanyol di tempat kelima (187 negara bebas visa).

Indonesia, menurut Henley Passport Index 2020, berada di posisi ke-72 bersama dengan Tiongkok dan Kenya dengan bebas visa ke 71 negara. Posisi meningkat tiga tingkat dari rangking 75 di tahun 2019.

Tetapi posisi ini jauh dari Malaysia yang berada di rangking 13 dengan kesempatan bebas visa ke 178 negara bersama Liechtenstein. Indonesia pun kalah dari paspor Thailand yang berada di rangking 65 dengan kesempatan bebas visa ke 78 negara.

Christian H Kaelin, ketua Henley & Partners, mengatakan dominasi negara-negara Asia diperingkat atas adalah argumen yang jelas memanfaatkan kebijakan pintu terbuka dan mengenalkan perjanjian perdagangan yang saling menguntungkan.

“Selama beberapa tahun terakhir, kami telah melihat dunia beradaptasi dengan mobilitas sebagai kondisi permanen kehidupan global," ujar Kaelin, disadur dari independent.co.uk.

Dengan menganalisis data historis dari indeks paspor, para peneliti ilmu politik di Syracuse University dan University of Pittsburgh menemukan korelasi positif yang kuat antara kebebasan bepergian dan kebebasan jenis lain, seperti kebebasan ekonomi, politik dan individu.

"Ada korelasi yang jelas antara kebebasan visa dan kebebasan investasi, misalnya, kebebasan perdagangan negara-negara yang memiliki peringkat tinggi dalam kebebasan investasi umumnya memiliki paspor yang lebih kuat," kata para ilmuwan Ugur Altundal dan Ömer Zarpli.

Negara-negara Eropa seperti Austria, Malta, dan Swiss dengan jelas menunjukkan negara-negara dengan lingkungan yang ramah bisnis, cenderung mendapat nilai tinggi dalam hal kekuatan paspor.

"Demikian juga, dengan menggunakan Indeks Kebebasan Manusia, kami menemukan korelasi kuat antara kebebasan pribadi dan kebebasan bepergian," tukas mereka. (M-3)

Baca Juga

Antara/AGI/Innersloth/Indonesian Digital Report 2020/Tim Riset MI-NRC

Popularitas Gim di Tengah Pandemi

👤Sumber: Antara/AGI/Innersloth/Indonesian Digital Report 2020/Tim Riset MI-NRC 🕔Minggu 25 Oktober 2020, 05:55 WIB
GIM tampaknya telah menjadi hiburan utama bagi sebagian masyarakat selama pandemi...
Dok.MI/Duta

Sumpah Pemuda di Mata Guru dan Siswa

👤GALIH AGUS SAPUTRA 🕔Minggu 25 Oktober 2020, 05:40 WIB
SOBAT Medi, sebentar lagi kita akan kembali memperingati salah satu hari bersejarah untuk negara kita...
Dok.Hanbai

Merayakan Kesetaraan Ukuran dalam Fesyen

👤Putri Rosmalia 🕔Minggu 25 Oktober 2020, 03:55 WIB
MENCARI busana yang sesuai dengan ukuran memang bukan perkara mudah bagi orang dengan tubuh postur tubuh besar  (plus...

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya