Jumat 10 Januari 2020, 14:30 WIB

Bupati Karanganyar Tolak Proyek Pondok Kopi di Kawasan Lawu

Widjajadi | Nusantara
Bupati Karanganyar Tolak Proyek Pondok Kopi di Kawasan Lawu

MI/Widjajadi
Bupati Karanganyar Juliyatmono

 

BUPATI Karanganyar Juliyatmono terusik hatinya ketika kawasan Gunung Lawu kembali diganggu lingkungan alamnya. Meski dalihnya untuk kepentingan wisata. Lima tahun silam, dia menggagalkan rencana pembangunan proyek energi panas bumi di lingkungan Lawu yang mengancam sumber air, yang selama ratusan tahun dibutuhkan masyarakat Karanganyar.

"Saya tidak main main, dulu saja ketika Gunung Lawu hendak dijadikan proyek energi panas bumi oleh pemerintah pusat, langsung saya tolak  tegas.Lha ini kok muncul lagi gangguan, meski dalih kepentingan wisata. Saya langsung minta agar izin dicabut," tegas Bupati Juliyatmono kepada Media Indonesia, Jumat (9/1).

Pernyataan ini terkait dengan kegiatan penebangan pohon dan perataan lahan pereng seluas 3 hektar di wilayah Gondosuli, Lawu, Tawangmangu.

Kegeraman bupati bermula dari pelaporan masyarakat desa hutan Lawu, ketika menyaksikan kegiatan penebangan dan pemerataan lahan hutan, yang bisa mengganggu keseimbangan hutan. Dampaknya akan terjadi bencana seperti longsor dan banjir.

"Kita (Pemkab Karanganyar) sama sekali belum pernah diberitahu kegiatan itu. Katanya untuk wisata pondok kopi. Tapi ini jelas membahayakan, sebab  merupakan kawasan pereng, pinggir jalan. Ini sangat menggangu kenyamanan dan mengancam keselamatan karena lokasi itu merupakan kawasan tanah gerak, rawan longsor," tegas dia.

Karena itu, Juli meminta agar Perhutani selaku pengelola hutan, meninjau kembali kerja sama investasi pondok yang didalih untuk kepentingan wisata.

"Jangan sampai merubah posisi, Lawu harus tetap hijau. Harus terus ditanami, jangan sampai gundul dan mengganggu kenyamanan masyarakat luas, terutama pencinta alam dan masyarakat hutan. Jadi tidak ada alasan kegiatan  dilanjutkan," tegasnya,

Bupati sudan mengecek langsung ke lokasi proyek pondok kopi di kawasan Gondosuli, dan mendesak penebangan pohon yang sudah berlangsung beberapa harin dihentikan. Kendaraan berat Backhoo (begu) diturunkan. Saat ini kendaraan proyek itu diamankan di Polres Karanganyar.

baca juga: Sejumlah Wilayah di Sumbar Diterjang Banjir dan Pohon Tumbang

Sementara itu Administratur KPH (Kesatuan Pemangkuan Hutan) Surakarta, Sugi Purwanto mengatakan, pihaknya baru saja bertemu dengan Bupati Juliyatmono untuk membahas kegiatan proyek pondok kopi yang memunculkan permasalahan tersebut. Dia mengatakan, di lokasi proyek yang mendapatkan sorotan  itu, sebenarnya ada dua kegiatan.

"Yang satu merupakan lahan milik kas desa, juga sedang dikerjakan. Kami meminta petunjuk dan arahan,dan bupati tadi bilang akan membantu," tegas Sugi.

Sejauh ini kerjasama kemitraan Perhutani untuk menghidupkan kepariwisataan alam di kawasan Lawu melibatkan investor dan lembaga masyarakat desa hutan (LMDH). Setidaknya sudah ada 21 kegiatan ekonomi wisata di kawasan Lawu.

"Sejauh ini tidak memunculkan persoalan. Karena itu, kami menghadap bupati ini dalam rangka mengurai persoalan," dalih Sugi sekali lagi. (OL-3)

 

Baca Juga

Ilustrasi

Yogja Diminta Tetap Waspada Hujan Lebat dan Angin Kencang

👤Ardi T 🕔Minggu 01 November 2020, 00:14 WIB
Kepala Stasiun Klimatologi Sleman, DI Yogyakarta, Reni Kraningtyas mengingatkan, saat ini sebagian besar wilayah DIY sudah memasuki musim...
metronews

Polisi Hentikan Penyelidikan Kasus Siswa Bunuh Diri

👤Lina Herlina 🕔Minggu 01 November 2020, 00:08 WIB
Polisi hentikan penyelidikan kasus siswa bunuh diri, MI, 16, yang diduga terbebani sistem belajar daring, karena pihak keluarga menolak...
MI/Arnoldus Ndae

JK: Pandemi Covid-19 Beres di Indonesia pada 2022

👤Arnoldus Dhae 🕔Sabtu 31 Oktober 2020, 17:40 WIB
KETUA Umum Palang Merah Indonesia (PMI) Jusuf Kalla menyatakan butuh waktu sampai tahun 2022 bagi Indonesia untuk benar-benar pulih dari...

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya