Jumat 10 Januari 2020, 05:30 WIB

Dana BOS Perlu Dievaluasi

(Aiw/H-1) | Humaniora
Dana BOS Perlu Dievaluasi

Dok.MI
Modus Penyelewengan Dana Bos

 

PENYALURAN dana bantuan operasional sekolah (BOS) yang sering terlambat sejak diluncurkan pada 2006 perlu dievaluasi. Kebiasaan pihak sekolah untuk berutang ke pihak luar karena dana BOS disalurkan per tiap akhir triwulan sudah saatnya dihentikan.

Masalah keterlambatan penyaluran dana BOS ini diyakini masih terjadi di sebagian besar daerah di Tanah Air. Ada dugaan permainan oknum di lingkungan dinas pendidikan sehingga sekolah tidak bisa menerima dana BOS setiap bulannya.

Menurut pengamat pendidikan Indra Charismiadji, penanganan dana BOS agar tidak memberatkan pihak sekolah perlu dilakukan evaluasi. "Rupanya dengan mekanisme yang ada sekarang keberadaan dana BOS tidak meningkatkan mutu pendidikan maupun akreditasi penjaminan mutu (APM)," ujar Indra.

Dia menyarankan evaluasi ini pun sebaiknya dilakukan Presiden Joko Widodo, bukan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) karena pelaksananya ialah pemerintah daerah. "Kan kacau sekali mutunya (pendidikan), tapi anggarannya jalan terus. Banyak sekolah tidak sesuai kebutuhan (antara jumlah siswa dan kebutuhan)," kata Indra di Jakarta.

Seorang wakil kepala sekolah SMP di Tangerang mengaku penyaluran dana BOS di sekolahnya setiap tahunnya bisa dipastikan terlambat. "Dana BOS selalu diberikan triwulan sekali ke sekolah. Untuk menutupi kebutuhan sekolah, kami biasanya masih memungut wali murid atau istilahnya pinjam terlebih dahulu. Lah gimana lagi kami harus bayar listrik, guru honorer, dan operasional sekolah lain," ujar pria setengah baya yang enggan disebut namanya.

Menurut Indra, masalah keterlambatan penyaluran dana BOS diduga disebabkan ada faktor lain. "Kalau terlambat kan biasanya karena nyangkut di pemda." Indra pun menilai, mekanisme penyaluran dana BOS sebaiknya tidak rutin seperti sekarang ini dan tidak dihitung berdasarkan jumlah peserta didik atau siswa, tetapi berdasarkan kebutuhan sekolah. (Aiw/H-1)

 

Baca Juga

MI/Syarief Oebaidillah

64.555 Pelajar Ikuti Kihajar Stem Basic Secara Daring

👤Syarief Oebaidillah 🕔Senin 10 Agustus 2020, 21:41 WIB
Sebanyak 64.555 siswa jenjang SD, SMP, SMA, SMK mengikuti ajang Kihajar Stem Basic secara daring di tengah Pandemi...
BKKBN

Kepala BKKBN Lantik Pejabat Pimpinan Tinggi Madya dan Pratama

👤Mediaindonesia.com 🕔Senin 10 Agustus 2020, 21:33 WIB
Pengukuhan dan pelantikan Pejabat Pimpinan Tinggi Madya dan Pejabat Pimpinan Tinggi Pratama telah melalui proses seleksi terbuka Jabatan...
Antara

BPPT Usulkan TMC Kalbar Pada Pertengahan Agustus

👤Ferdian Ananda Majni 🕔Senin 10 Agustus 2020, 21:33 WIB
Jon Arifian, mewakili Kepala BBTMC-BPPT dalam Rapat Koordinasi Sinergitas dalam Peningkatan Kesiapsiagaan Karhutla di Kalimantan Barat di...

Berita Terkini

Selengkapnya

Top Tags

BenihBaik.com

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya