Kamis 09 Januari 2020, 21:47 WIB

Semangat Antikorupsi Harus Jadi Budaya di Masyarakat

Thomas Harming Suwarta | Politik dan Hukum
Semangat Antikorupsi Harus Jadi Budaya di Masyarakat

Dok. Vox point Indonesia
ketua umum Vox Point Indonesia Yohanes Handojo Budhisejati

 

PERANG terhadap korupsi di Indonesia tidak semata-mata menjadi urusan penegakan hukum, tetapi usaha semua elemen masyarakat. Dengan kerja bersama memberantas korupsi maka perlahan-lahan korupsi menjadi berkurang dan di masyarakat berkembang budaya antikorupsi.

Hal itu diungkapkan Ketua Umum Vox Point Indonesia Yohanes Handojo Budhisejati dalam diskusi bertajuk Menanti Kinerja KPK Baru di Jakarta, Kamis (9/1).

"Bahwa penegakan hukum itu dengan domainnya sendiri tetapi jauh lebih penting adalah kerja bersama kita sebagai bangsa bagaimana pemberantasan korupsi dan semangat anti korupsi itu menjadi budaya kita di masyarakat," kata Handojo

Handojo menegaskan, budaya antikorupsi harus melekat sebagai nilai yang hidup di tengah masyarakat. Jika menjadi nilai maka apa pun tantangan dan godaan akan bisa teratasi.

"Jadi tugas ini melampaui yang kita sebut penegakan hukum. Maka penting sekali penanaman nilai kejujuran bagi masyarakat kita sehingga menjadi budaya bersama. KPK menurut saya harus juga membangun kesadaran ini," ungkap Handoyo.

Terkait operasi tangkap tangan (OTT) yang dilakukan Komisi Pemberantasan Korupsi baru0baru ini, merupakan awal yang baik untuk mengembalikan kepercayaan publik yang selama ini mulai ragu dengan KPK.

Baca juga : Wahyu Setiawan Minta Rp900 Juta Untuk Bantu PAW Caleg PDIP

"Artinya KPK ini menjawab keraguan tersebut dan harapannya tentu saja kinerja ini akan terus baik dan kepercayaan publik pada KPK dapat terangkat kembali," tukasnya.

Ia juga meyakini kemampuan Komjen Firli Bahuri sebagai pimpinan KPK yang baru dapat membawa KPK menjadi ujung tombak pemberantasan korupsi.

“Kemampuan pak Firli tak perlu diragukan apalagi beliau adalah mantan Deputi Penindakan KPK. Pengalamannya akan lebih mudah menyelesaikan persoalan dan kasus-kasus besar yang terjadi selama ini,” ungkap Handojo.

Meski demikian, ujar Handojo. publik harus menagih kemampuan Firli yang dipilih Komisi III DPR RI sebagai ketua KPK.

Permintaan Handojo terkait janji Firli yang mengatakan berani bertindak secara independen dan tak akan terpengaruh institusi asalnya Polri apabila terpilih menjadi komisioner KPK.

"Kita tunggu janji itu karena sesuai dengan lembaga KPK yang berkerja secara independen," pungkasnya. (OL-7)

Berita Terkini

Read More

Poling

Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) menggunakan sistem zonasi menimbulkan polemik di tengah masyarakat. Setujukah Anda dengan kebijakan zonasi tersebut?





Berita Populer

Read More