Kamis 09 Januari 2020, 13:55 WIB

Indonesia Menginisiasi Kolaborasi untuk Ketahanan Pangan Asia

mediaindonesia.com | Ekonomi
Indonesia Menginisiasi Kolaborasi untuk Ketahanan Pangan Asia

Istimewa
Ketua Umum Himpunan Kerukunan Tani Indonesia (HKTI) Moeldoko memberi penjelasan mengenai ASAFF 2020.

 

INDONESIA menginisiasi kolaborasi antarnegara dan antarpebisnis di kawasan Asia untuk membangun kemandirian pertanian dan ketahanan pangan Asia.

Melalui Asian Agriculture and Food Forum 2020 (ASAFF 2020) diharapkan sinergi dan kolaborasi tersebut dapat diwujudkan untuk memenuhi kebutuhan pangan di Asia dan menjadi penyuplai utama pangan dunia.

“Peran dan posisi Asia dalam produksi pertanian global sangat besar. Kolaborasi akan membangun ketahanan pangan negara-negara Asia dan menjamin ketersediaan pangan dunia,” ungkap Jenderal TNI (Purn) Dr Moeldoko dalam penjelasan mengenai ASAFF 2020 di Jakarta, Kamis (9/1).

Kegiatan ASAFF digagas Ketua Umum Himpunan Kerukunan Tani Indonesia (HKTI) Moeldoko tersebut bertujuan untuk membangun solusi sinergi dan kolaborasi para pelaku sektor pertanian membangun kemandirian pertanian dan ketananan pangan pertanian di kawasan Asia.

Moeldoko berharap dapat mewujudkan gagasan yang dicapai forum pertanian Asia pada 2018 melalui ASAFF 2018 yang dibuka Presiden Joko Widodo di Istana Negara.

ASAFF 2020 yang diselenggarakan di JCC, Jakarta, pada 12-14 Maret 2020 kembali diharapkan dapat dibuka Presiden Joko Widodo.

Dalam ASAFF 2020, sejumlah  narasumber akan hadir di antaranya sumber Kementerian Pertanian RI dan pelaku bisnis pertanian dari Tiongkok, Vietnam, Thailand, Jepang, Malaysia, dan lainnya.

“ASAFF adalah event berkala yang menjadi forum pertemuan stakeholders pertanian untuk membahas isu-isu strategis pertanian di kawasan Asia dan membangun kerja sama government to govverment (G2G) dan business to business (B2B) dalam kebijakan pertanian, budidaya pertanian, teknologi pertanian, dan bisnis sektor pertanian, dalam arti luas pertanian, perikanan, peternakan,” jelas Moeldoko yang juga Kepala Staf Presiden Republik Indonesia.

ASAFF 2020 akan mengusung tema 'Asian Agriculture Colaboration in Global Economic Comptetition'. Ada tiga hal strategis yang menjadi isu utama dunia saat ini dan ke depan, yaitu pangan, air, dan energi.

Ketiga hal tersebut akan menjadi komoditas strategis yang menggeser komoditas-komoditas yang selama ini menjadi isu dunia, seperti minyak bumi dan sumber daya alam.

Pertumbuhan penduduk dunia akan meningkatkan kebutuhan pangan, air, dan energi. Menurut Divisi Kependukan Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB), jumlah penduduk dunia pada 2019 mencapai 7,7 miliar jiwa, tumbuh 1,08% dibandingkan tahun sebelumnya (2018) sejumlah 7,6 miliar jiwa.

Pertumbuhan penduduk rata-rata per tahun 1-1,2%, sehingga dalam beberapa tahun ke depan penduduk dunia bakal mencapai 8 milyar jiwa dan tahun 2030 sekitar 8,5 miliar penduduk. Pada tahun 2100, penduduk dunia akan mencapai 10,9
milyar orang.

“Kawasan Asia memiliki kontribusi terbesar dalam jumlah penduduk dunia. Jumlah penduduk Asia ssebear 4,6 miliar jiwa,” tegas Moeldoko.

Sektor pertanian adalah penyumbang GDP terbesar di kawasan Asia dan menjadi bagian strategis dalam memenuhi kebutuhan pangan Asia.

“Indonesia dan kawasan Asia memiliki peran strategis mengingat potensi dan sumber daya alam mendukung untuk memenuhi kebutuhan pangan, air, dan energi dunia, khususnya memenuhi kemandirian di kawasan Asia," kata Moeldoko.

"Indonesia, salah satunya, sedang mengembangkan bio-energy, antara lain mengembangkan bahan bakar Bio Solar B30, di mana sebanyak 30% dalam bahan bakar minyak tersebut bersumber dari pertanian,” papar Moeldoko.

Ketua Panitia ASAFF 2020, Rifqinizamy Karsayuda, memaparkan ASAFF 2020 terdiri dari konferensi, forum bisnis, dan pemeran pertanian Asia. Selain membahas peluang kolaborasi pertanian di kawasan Asia, juga mengusung potensi generasi muda terlibat dalam sektor pertanian melalui smart farming dan digital farming. (OL-09) 

 

Berita Terkini

Read More

Poling

Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) menggunakan sistem zonasi menimbulkan polemik di tengah masyarakat. Setujukah Anda dengan kebijakan zonasi tersebut?





Berita Populer

Read More