Kamis 09 Januari 2020, 19:17 WIB

Kemendikbud Berupaya Tingkatkan Mutu SDM Perfilman

Atikah Ishmah Winahyu | Humaniora
Kemendikbud Berupaya Tingkatkan Mutu SDM Perfilman

MI/SUSANTO.
Poster film-film Indonesia di salah satu bioskop di Jakarta. Industri film nasional kekuarangan SDM

 

DIREKTUR Jenderal Kebudayaan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Hilmar Farid mengungkapkan industri perfilman Indonesia saat ini tengah kekurangan sumber daya manusia (SDM), baik dari lini pra-produksi hingga pasca produksi. Oleh sebab itu, Kemendikbud kemudian menggandeng Netflix untuk mengembangkan SDM di dunia perfilman.

"Kalau kita lihat skemanya, dari kreasi sampai ditonton orang dan di semua lini kita perlu ada peningkatan SDM, " ujar Hilmar usai konferensi pers bersama Netflix di kantor Kemendikbud, Jakarta, Kamis (9/1).

Netflix merupakan salah satu penyedia layanan media streaming digital, berkantor pusat di Los Gatos, California. Perusahaan ini didirikan pada 1997 oleh Reed Hasting dan Marc Randolph di Scotts Valley, California.

Hilmar menambahkan, Kemendikbud telah memiliki rencana jangka panjang selama lima tahun untuk memperkuat SDM perfilman dan lembaganya di segala lini. Nantinya, kata dia, akan dipilih 10 orang tenaga perfilman untuk belajar membuat skrip film di Netflix.

"Memang rencananya akan ada fokus khusus untuk tenaga-tenaga perfilman dan media baru karena ini kan semuanya sudah berbasis teknologi digital," ungkapnya.

Dalam kesempatan yang sama, Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nadiem Anwar Makarim menjelaskan perlunya memajukan industri perfilman yakni untuk memajukan SDM dan mempromosikan budaya Indonesia dengan cara yang cepat dan efektif. Sebab, film dapat dikonsumsi secara digital, dinikmati di mana saja, dan kapan saja secara global.

"Kalau kita ingin memamerkan talenta dan keindahan budaya kita, saya rasa nggak ada yang lebih cepat dari perfilman," tutur Nadiem.

Nadiem berpendapat, dengan adanya sosok yang mampu tampil di panggung dunia lewat film, dapat memacu semangat masyarakat, khususnya generasi muda untuk terus mengembangkan kemampuan.

"Semakin banyak tokoh seperti ini yang maju ke panggung dunia, akan ada ratusan lagi anak-anak muda yang melihat tokoh-tokoh ini dan menginspirasi mereka untuk maju," tandasnya. (A-1)

Berita Terkini

Read More

Poling

Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) menggunakan sistem zonasi menimbulkan polemik di tengah masyarakat. Setujukah Anda dengan kebijakan zonasi tersebut?





Berita Populer

Read More