Kamis 09 Januari 2020, 17:24 WIB

BBWSCC Perbaiki Sementara 44 Titik Tanggul Jebol

Putri Anisa Yuliani | Megapolitan
BBWSCC Perbaiki Sementara 44 Titik Tanggul Jebol

Antara
Sejumlah pekerja membuat karung pasir yang akan digunakan sebagai tanggul penahan banjir

 

BALAI Besar Wilayah Sungai Ciliwung Cisadane (BBWSCC) akan membangun tanggul penahan sementara untuk mengantisipasi luapan air di 44 titik tanggul jebol di Jabodetabek.

Saat ini seluruh titik itu dalam kondisi tanggap darurat karena jebol. Untuk membangun tanggul sementara itu, BBWSCC cukup kewalahan karena banyaknya titik yang jebol.

Kepala BBWSCC Bambang Hidayah pun menyebut akan meminta bantuan tambahan material dari balai besar wilayah sungai lain seperti Cimanuk.

"Kita nilai kondisinya tanggap darurat. Kita bangun sementara dengan sandbag, beronjong, tergantung posisinya, sementara lah bukan permanen," kata Bambang saat dikonfirmasi Kamis (9/1).

Paling banyak titik jebolnya tanggul terdapat di Kemang Pratama, Kali Bekasi yakni 29 titik. Selain itu ada pula di Depok dan Kalibata.

"Kita prioritaskan yang krusial dulu," ungkapnya.

Sementara itu, Bambang menegaskan untuk perbaikan permanen akan dilakukan secara bertahap.

Selain itu, ia juga akan melakukan perbaikan pada pintu-pintu air yang rusak dan mengecek kondisi pompa-pompa.

Bambang memastikan pompa yang dikelola oleh BBWSCC tidak rusak meskipun tidak berfungsi saat banjir melanda Jabodetabek pada 1 Januari lalu.

"Pompa nggak ada yang rusak. Hanya sudah terendam, air terlalu tinggi. Jadi outletnya itu sudah terendam karena saking tingginya air jadi ya sudah tidak bisa berfungsi," ungkapnya.

Sebelumnya, Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Basuki Hadimuljono menyebut penyebab banjir menggenangi 178 titik di Jabodetabek pekan lalu di antaranya adalah karena jebolnya tanggul di 44 titik serta matinya 11 pintu air. Selain itu ada tiga titik drainase tersumbat dan 13 titik drainase yang tidak sanggup lagi menampung luapan air menjadi penyebab banjir.(OL-11)

Berita Terkini

Read More

Poling

Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) menggunakan sistem zonasi menimbulkan polemik di tengah masyarakat. Setujukah Anda dengan kebijakan zonasi tersebut?





Berita Populer

Read More