Kamis 09 Januari 2020, 17:07 WIB

SKK Migas: Lifting Migas 2019 Tidak Capai Target

Putra Ananda | Ekonomi
SKK Migas: Lifting Migas 2019 Tidak Capai Target

ANTARA FOTO/Puspa Perwitasari
Kepala SKK Migas Dwi Soetjiipto (kanan)

 

SATUAN Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Hulu Minyak dan Gas Bumi (SKK Migas) memaparkan capaian kinerja 2019 dan rencana kerja 2020. Pemaparan tersebut disampaikan oleh Kepala SKK Migas, Dwi Soetjipto didampingi beberapa direktur SKK Migas di Hall A lantai 9 Gedung City PLaza, Jakarta, Kamis (9/1).

Dalam pemaparannya Dwi Soetjipto menyebut pada tahun 2019 capaian lifting sektor minyak mencapai angka 96,3%. Sementara di tahun yang sama pada setkor gas mencapai angka 84,8%. Sehingga total capaian lifting migas 2019 tidak memenuhi target karena hanya mampu menyentih 90,5% dari target APBN, dimana penurunan kinerja lifting ini disebabkan dari kebocoran pipa, kebakaran hutan, dan belum terpenuhinya jumlah persediaan cadangan minyak maupun gas.

"Selama belum ada cadangan yang signifikan maka proses penurunan lifting tidak bisa kita hindarkan. Untuk itu kita akan berusaha untuk laksanakan upaya agar penurunan ini bisa kita kurangi," ungkap Dwi Soetjipto.

Lebih lanjut Dwi Soetjipto menuturkan potensi lifting minyak Tanah Air sebetulnya bisa mencapai 752.000 barel per hari seperti yang ditargetkan oleh APBN. Namun, ada berbagai hal yang membuat capaian tahun 2019 tak sesuai target.

?"Beberapa yang buat terjadi pengurangan, yakni kebocoran Exxon Mobil Cepu Limited di Cepu yang kalau setahun berkurang 2.900 barel per hari. Kebocoran pipa, permasalahan kelistrikan di PHE OSES unplanned shutdown 46 Kontraktor Kontrak Kerja Sama (KKKS), isu H2S Spike HCML, kebakaran hutan Riau mengurangi produksi minyak Chevron Pacific Indonesia,"? kata dia.

Dwi Soetjipto melanjutkan, secara angka selama tahun 2019 SKK Migas telah berhasil melakukan proses lifting minyak sebanyak 746.000 barel setiap harinya. Jumlah ini lebih sedikit dari tahun 2018 yang mencapai 778.000 barel perhari. Pada sektor gas, total produksi gas di tahun 2019 mencapai 5.934 Million Standard Cubic Feet (MSCF) per harinya.

"Tahun 2020 SKK Migas menargetkan pencapaian 1.000.000 barel per hari," ungkapnya.

Dalam kesempatan yang sama, SKK Migas juga memaparkan laporan perkembangan investasi di sektor hulu migas. Investasi di sektor hulu migas mengalami tren kenaikan sebesar 12% dari tahun 2017 sebesar US$ 1,22 miliar. Total jumlah invesatasi yang didapat oleh SKK Migas di tahun 2019 mencapai US$ 11,49 miliar.

"Para investor masih tertarik untuk melihat potensi bisnis minyak dan gas di tanah air," ungkapnya.

Untuk meningkatkan produksi lifting minyak dan gas di 2020, SKK Migas akan menerapkan beberapa strategi antara lain mempertahankan tingkat produksi eksisting yang tinggi, transformasi sumberdaya ke produksi, mempercepat chemical EOR, dan perluasan wilayah eksploarsi untuk penemuan besar.

"Salah satunya ialah seismik 2D Jambi Merang (open area) tahun ke-2 dengan investasi senilai US$ 75 juta," ungkap Dwi Soetjipto. (OL-4)

Berita Terkini

Read More

Poling

Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) menggunakan sistem zonasi menimbulkan polemik di tengah masyarakat. Setujukah Anda dengan kebijakan zonasi tersebut?





Berita Populer

Read More