Kamis 09 Januari 2020, 16:33 WIB

Stafsus Sangkal Isu Kerja Bakti Anies Baswedan cuma Pencitraan

Insi Nantika Jelita | Megapolitan
Stafsus Sangkal Isu Kerja Bakti Anies Baswedan cuma Pencitraan

ANTARA FOTO/Galih Pradipta
Kepala BNPB Letjen TNI Doni Monardo (kanan) berbincang dengan Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan (kiri)

 

STAF khusus Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan, Muhammad Chozin Amirullah, menampik soal adanya isu pencitraan Anies tentang kerja bakti. Kala itu pada (5/5), bersama warga Kelurahan Makasar, Jakarta Timur, membersihkan sampah pascabanjir.

"Orang media mikirnya pasti mikirnya satu sampai dua jam sudah (Anies) selesai (kerja bakti), tapi kenyataanya tak seperti itu. Saya pulang bersama Pak Gubernur itu jam 1 malam. Subuh sudah bangun lagi karena harus ke lokasi (kerja bakti) jam 7 malam," tutur Chozin di Gedung DPRD DKI Jakarta, Kamis (9/1).

Pencitraan Anies yang dimaksud saat kerja bakti itu kala ramai diberitakan soal 'Gubernur Indonesia' yang diteriaki oleh seorang warga bernama Rodiyah. Pemberitaan tersebut mendapat kecaman dari berbagai pihak.

"Banyak yang terkecoh yang akhirnya "

'terpaksa' membuat berita yang kemarin sempat dikritisi berita bayaran itu. Tapi di lapangan itu benar-benar. Kerja bakti itu terus menerus di satu RW sampai jam 9 pagi belum tuntas. Kemudian pindah lagi ke RW lain," terang Chozin.

Chozin juga menuturkan bahwa selama kerja bakti, pihak petugas penanganan prasarana dan sarana umum (PPSU) dan lainnya meminta bantuan warga lain. Namun, sebagian ada yang lama ikut membantu karena mengurusi rumahnya yang terkena banjir.

"Ketika kerja bakti namanya ini pertama dan masyarakat belum pengalaman, jadi awalnya PPSU dan sebagainya turun dan masyarakat menonton. Kami mulai teriak 'ayo yang laki-laki bantu'. Akhirnya masyarakat terjun sampai menjelang sore," kata Chozin.

Di Kampung Makassar menjadi salah satu kawasan terparah yang dilanda banjir. Banyak sampah dari perabotan rumah tangga korban terdampak banjir. (OL-4)

Berita Terkini

Read More

Poling

Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) menggunakan sistem zonasi menimbulkan polemik di tengah masyarakat. Setujukah Anda dengan kebijakan zonasi tersebut?





Berita Populer

Read More