Kamis 09 Januari 2020, 15:06 WIB

BPBD Banjarnegara Minta Waspadai Longsor Susulan

Lilik Darmawan | Nusantara
BPBD Banjarnegara Minta Waspadai Longsor Susulan

Antara
Longsor di Banjarnegara

 

Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Banjarnegara, Jawa Tengah (Jateng) mengingatkan kepada masyarakat di Banjarnegara untuk terus waspada kemungkinan adanya longsor susulan.

Pasalnya, sejak Rabu hingga Kamis (8-9/1) telah terjadi longsor yang menyebabkan belasan rumah rusak dan sejumlah jalan provinsi, kabupaten, dan desa tertimbun.

Longsor susulan masih memungkinan terjadi, karena diprediksi adanya curah hujan tinggi hingga Februari mendatang.

Kepala Pelaksana Harian BPBD Banjarnegara Arief Rahman mengatakan, saat sekarang alat berat diterjunkan untuk menyingkirkan material longsor di tikungan Slatri, Kecamatan Karangkobar.

''Jalan provinsi penghubung antara Kota Banjarnegara ke Karangkobar tertutup material longsor di Slatri. Saat sekarang dikerahkan dua alat berat untuk menyingkirkan longsoran. Mudah-mudahan secepatnya bisa dibuka kembali,'' kata Arief, Kamis (9/1).

Sebelumnya, pada Rabu (8/1) malam juga terjadi longsor yang menutup jalan Sikelir di Desa Wanayasa, Kecamatan Wanayasa.

''Saat ini, longsoran di Sikelir sudah dapat disingkirkan, sehingga jalan setempat juga dilewati kembali. Hanya saja, kami tetap mengingatkan kepada masyarakat yang melalui jalur setempat untuk selalu waspada,'' ujarnya.

Dikatakan oleh Arief, selain jalan, longsor juga merusak sejumlah rumah yang berada di dua kecamatan yakni di Kalibening dan Karangkobar.

''Longsor yang menerjang pemukiman penduduk menyebabkan 15 rumah rusak sedang dan 8 lainnya rusak ringan. Tidak ada korban jiwa dalam peristiwa tersebut. Namun, kami tetap meminta warga khususnya di lokasi rawan longsor untuk terus waspada,'' tambahnya. (OL-11)

 

Berita Terkini

Read More

Poling

Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) menggunakan sistem zonasi menimbulkan polemik di tengah masyarakat. Setujukah Anda dengan kebijakan zonasi tersebut?





Berita Populer

Read More