Kamis 09 Januari 2020, 12:45 WIB

Bapak Pembangunan Lembata Tutup Usia

Alexander P Taum | Nusantara
Bapak Pembangunan Lembata Tutup Usia

MI/Alexander P Taum
Penjabat Bupati Lembata pertama Petrus Boliona Keraf

 

PENJABAT Bupati Lembata pertama periode 1999-2001 Petrus Boliona Keraf  tutup usia pada usianya yang ke 73 tahun, di RSUD WZ Yohanes Kupang, Selasa (7/1). Bupati Lembata, Eliazer Yentji Sunur langsung menginstruksikan Sekda Lembata, mengurus kepulangan jenazah almarhum Petrus Boliona Keraf yang dirawat selama sakitnya hingga meninggalnya di Kupang.

Tak berhenti di situ, Pemerintah Kabupaten Lembata memberikan penghormatan dengan instruksi bendera setengah tiang, menerima jenazah almahrum, disemayamkan di kantor Bupati Lembata, kemudian diantar ke rumah dukanya di Kota Baru, Kelurahan Lewoleba, Kecamatan Nubatukan, Kabupaten Lembata.

Bupati Sunur, menaruh penghargaan kepada mantan penjabat Bupati Lembata itu. Petrus Boliona Keraf dianggap berjasa meletakan blue print pembangunan  di Kabupaten Lembata pada saat menjabat, pada 1999-2001.

Petrus Boliona memulai gagasannya membangun jalan lingkar luar Lembata. Tak berhenti pada tataran gagasan. Ia pun mulai membuka ruas jalan yang disebutnya sebagai jalan lingkar luar Lembata. Sebab pada periode tersebut, wilayah Lembata, hanya dihubungkan oleh 1 ruas jalan. Sedangkan wilayah pesisir sulit berkembang, karena akses jalan tidak ada.

Ruas jalan dari arah kota Lewoleba melewati pantai utara Kota Lewoleba, hingga Lamalera memutar ke arah selatan menuju ke wilayah Atadei. Jalan lingkar luar ini menyambung ke pedala,an Lebatukan hingga pesisir Kedang. Kini gagasannya itu di lanjutkan Bupati Lembata, Eliazer Yentji Sunur.

Sedangkan di sektor pertanian, almarhum dikenal memajukan perkebunan mente di Lembata yang hingga kini dinikmati para petani.

baca juga: Sebelum OTT, Wahyu Akan Meluncurkan Maskot Pilkada di Beltim

"Pada saat awal menjadi daerah otonomi tahun 1999, saya ingat jasanya Pak Piter Keraf getol menyuruh petani menanam mente. Ia mulai membagikan tanaman mente untuk kami tanam. Saya ingat betul kata-kata beliau saat itu. Kamu harus tanam supaya kamu dapat uang untuk sekolahkan anak, bukan untuk saya. Sekarang kami sudah nikmati hasil
dorongan bapak Piter membangun usaha produktif petani Lembata," ujar Servasius, warga Desa Tapolangu, Kecamatan Lebatukan. (OL-3)

Baca Juga

MI/Djoko Sardjono

Batasi Peserta Hadir, Musrenbangda Klaten Gunakan Videoconference

👤Djoko Sardjono 🕔Selasa 31 Maret 2020, 19:12 WIB
Musrenbangda digelar sebagai wadah silaturahim, komunikasi, dan sinergi dengan komponen...
Antara

Pasien Positif Korona di Kota Tegal Meninggal Dunia

👤Supardji Rasban 🕔Selasa 31 Maret 2020, 18:58 WIB
"Saya meminta lurah harus bisa mengisolasi wilayahnya beserta dengan RW dan RT, karena wilayah kelurahan itu dinyatakan zona...
Antara

Jam Malam, Polres Banyumas Bubarkan Massa di Atas Pukul 22.00 WIB

👤Lilik Dharmawan 🕔Selasa 31 Maret 2020, 18:47 WIB
Menurutnya, jika kedapatan masih ada orang yang berkerumun, akan diminta pulang ke rumah...

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya