Kamis 09 Januari 2020, 16:15 WIB

Fakhri Tegaskan tidak Mau Jadi Asisten Shin Tae-yong

Antara | Sepak Bola
Fakhri Tegaskan tidak Mau Jadi Asisten Shin Tae-yong

ANTARA/Hafidz Mubarak A
Fakhri Husaini

 

FAKHRI Husaini, pelatih tim nasional U-16 dan U-19, periode 2017 sampai 2019, meminta PSSI tidak lagi memintanya mengisi posisi asisten pelatih timnas, mendampingi Shin Tae-yong.

"Sekitar 6 November 2019, Bang Danur (Direktur Teknik PSSI Danurwindo) sudah menemui saya di Jakarta. Saya sudah mengatakan tidak mau menjadi asisten pelatih. Jawaban saya sudah final," tegas Fakhri, Rabu (8/1).

PSSI memang tengah terus membujuk Fakhri agar mau membantu pelatih asal Korea Selatan Shin Tae-yong sebagai asisten pelatih.

Wakil Ketua Umum PSSI Mayjen TNI Cucu Somantri, Rabu (8/1), mengaku akan langsung menjumpai Fakhri, rencananya pada Jumat (10/1) di tempat yang dirahasiakan.

"Untuk apa petinggi PSSI menemui saya lagi? Kan Bang Danur sudah wakili PSSI. Sudahlah, mereka sudah temukan pelatih yang cocok, tinggal cari asisten pelatih lain saja," kata Fakhri.

Baca juga: Kemenpora Minta PSSI Segera Tentukan Panitia Piala Dunia U-20

Menurut pria berusia 54 tahun itu, ada beberapa alasan dia menolak menjadi asisten Shin Tae-yong.

Pertama, PSSI, melalui Danurwindo, tidak bisa memberikan alasan yang memuaskan terkait penunjukan Fakhri sebagai asisten Shin Tae-yong.

Hal itu membuat Fakhri beranggapan PSSI menawarkan posisi asisten hanya karena statusnya sebagai pelatih lokal.

"Kalau misalnya saya dianggap tidak mampu tangani tim, saya menganggap mereka melecehkan saya sebagai pelatih lokal. Kecuali kami gagal kemarin di kualifikasi Piala Asia U-19 atau lolos ke putaran final sebagai runner up terbaik atau lolos dengan tersandung-sandung, okelah. Saya tidak melihat alasan seperti itu," papar Fakhri.

Kedua, Fakhri tidak ingin meninggalkan jajaran asisten, kit man, dan ofisial timnas U-19 yang membantunya sepanjang 2019. Pelatih asal Aceh ini tidak ingin terkesan menyelamatkan diri sendiri.

Alasan lain, pelatih yang membawa Indonesia juara Piala AFF U-16 2018 tersebut menilai posisi asisten pelatih tidak memberikan tantangan dalam karier dia.

"Kalau saya mau berpikir enak, berpikir nyaman, saya akan menerima jabatan itu. Jabatan asisten pelatih itu paling enak. Andai tim gagal, dia tidak diapa-apakan orang, ngumpet di balik ketiak pelatih kepala. Saya tidak akan melakukan itu meski dari awal siap menerima risiko apa pun itu," tutur Fakhri.

PSSI baru menunjuk dua orang pelatih asal Indonesia yaitu Indra Sjafri dan Nova Arianto untuk membantu Shin Tae-yong di tim nasional sebagai asisten.

Terkait Fakhri Husaini, karyawan PT Pupuk Kaltim, Bontang, itu memang mencatat prestasi apik sebagai pelatih kepala timnas U-16 dan U-19 Indonesia dalam rentang 2017-2019.

Selain membawa skuadnya menjuarai Piala AFF U-16 2018 dan lolos ke Piala AFF U-19 2020 sebagai juara grup fase kualifikasi, Fakhri juga mengantarkan timnya ke perempat final Piala Asia U-16 2018. (OL-2)

Berita Terkini

Read More

Poling

Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) menggunakan sistem zonasi menimbulkan polemik di tengah masyarakat. Setujukah Anda dengan kebijakan zonasi tersebut?





Berita Populer

Read More