Kamis 09 Januari 2020, 11:26 WIB

DPRD Pamekasan akan Legalkan Minuman Keras

Mohammad Ghazi | Nusantara
DPRD Pamekasan akan Legalkan Minuman Keras

Antara
Ilustrasi

 

DEWAN Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Pamekasan, Jawa Timur, menyatakan akan segera merevisi Peraturan Daerah (Perda) tentang Larangan Minuman Beralkohol di wilayah tersebut. Perda nomor 18 tersebut dinilai melanggar Undang-Undang (UU) dan tidak memiliki payung hukum.

Wakil Ketua Badan Pembentukan Peraturan Daerah (Bapemperda) DPRD Pamekasan, Wardatusshalihah, mengatakan revisi tersebut menjadi prioritas pembahasan di tahun ini setelah Biro Hukum Sekretariat Daerah Provinsi Jawa Timur merekomendasikannya karena tidak memiliki sandaran hukum, bahkan cenderung bertentatangan dengan UU di atasnya.

"Perda tersebut nanti arahnya bukan lagi larangan, tapi melegalkan namun dengan pengawasan super ketat," kata politisi Partai NasDem itu, Kamis (9/1).

Bapemperda, jelas dia, sebelumnya sempat menolak melakukan revisi, namun berdasar kajian, Perda tersebut memang melanggar UU nomor 23 tahun 2014 tentang Pemerintah Daerah.

baca juga: 800 Tatung Akan Meramaikan Perayaan Cap Go Meh di Singkawang

Dalam UU tersebut, Pemerintah Daerah tidak memiliki kewenangan melarang peredaran minuman beralkohol, melainkan hanya memiliki kewenangan melakukan pengendalian. Ia meyakini, revisi itu akan mendapatkan penolakan dari kalangan ulama setempat. Namun revisi itu tetap harus dilakukan untuk menghindari gugatan hukum.

"Nanti penguatannya dalam mekanisme pengawasan, termasuk sanksi jika memungkinkan," katanya. (OL-3)

 

Baca Juga

ANTARA

Petani di Jabar Diminta Segera Olah Lahan

👤Kristiadi 🕔Minggu 31 Mei 2020, 01:15 WIB
Pemerintah Jawa Barat, jelas Uu, akan berupaya memberikan bibit secara gratis jika para petani mengalami kesulitan termasuk memberi bantuan...
Antara

PSBB Selesai, Tiga Daerah di Kalsel Siap Terapkan New Normal

👤Denny Susanto 🕔Minggu 31 Mei 2020, 00:55 WIB
Kota Banjarmasin menjadi daerah zona merah dengan jumlah penderita korona terbanyak di Kalsel mencapai 404 kasus dan 60 orang diantaranya...
MI/Ardi Teristi

Pedagang Gudeg di Malioboro Mulai Jualan, tapi Sepi Pembeli

👤Ardi Teristi 🕔Sabtu 30 Mei 2020, 21:00 WIB
Sutirah mengaku, sudah berjualan lesehan di Malioboro sejak 1989. Selama pandemi virus korona atau covid-19, ia libur berjualan sejak 20...

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya