Kamis 09 Januari 2020, 09:42 WIB

Hujan Lebat dan Gelombang Tinggi di DIY Terus Berlanjut

Ardi Teristi Hardi | Nusantara
Hujan Lebat dan Gelombang Tinggi di DIY Terus Berlanjut

Antara
Hujan lebat dan gelombang tinggi masih berpotensi terjadi di wilayah Daerah Istimewa Yogyakarta.

 

CUACA ekstrem di DIY diperkirakan masih akan berlanjut. Hujan lebat dan gelombang tinggi masih berpotensi terjadi di wilayah DIY.

"Hasil analisis kondisi dinamika atmosfer terkini menunjukkan masih adanya potensi hujan lebat di beberapa wilayah DI Yogyakarta untuk beberapa hari kedepan," terang Kepala Stasiun Klimatologi Mlati Yogyakarta, Reni Kraningtyas, Kamis (9/1/2020).
    
Berkurangnya pola tekanan rendah di Belahan Bumi Utara (BBU) dan meningkatnya pola tekanan rendah di wilayah Belahan Bumi Selatan (BBS), mengindikasikan terjadinya peningkatan aktifitas Monsun Asia. Akibatnya, penambahan massa udara basah terjadi di wilayah Indonesia. Selain itu, pola tekanan rendah di BBS (sekitar Australia) yang meningkat dapat membentuk pola konvergensi (pertemuan massa udara). Atau belokan angin yang mendukung pertumbuhan awan hujan di wilayah Indonesia, terutama di bagian selatan ekuator. Berdasarkan model prediksi, aktifitas Madden Julian Oscillation (MJO), fase basah diprediksikan aktif di sekitar wilayah pulau Jawa selama periode 5 hari kedepan.

"Kondisi ini tentunya dapat meningkatkan potensi pembentukan awan hujan cukup signifikan di wilayah pulau Jawa. Dan khususnya di wilayah DI Yogyakarta," tambahnya.

Mencermati kondisi dinamika atmosfer di atas, BMKG Stasiun Klimatologi  Mlati kembali melakukan update informasi peringatan dini potensi cuaca ekstrim di wilayah DIY. Serta proyeksi cuaca untuk beberapa hari ke depan.

Sebagian besar wilayah Daerah Istimewa Yogyakarta masih berpotensi terjadi curah hujan dengan intensitas sedang hingga lebat serta angin kencang. Kewaspadaan tetap perlu ditingkatkan bagi masyarakat akan potensi bencana hidrometeorologis lainnya berupa banjir, banjir bandang dan tanah longsor. Curah hujan dengan intensitas sedang-lebat pada periode 08-12 Januari 2020 berpotensi terjadi di Kabupaten Kulon Progo, Sleman, Bantul, Gunungkidul, dan Kota Yogyakarta.

baca juga: Bupati Klaten Giat Sambangi Warga

Selain hujan lebat, perairan laut di DIY juga berpotensi mengalami gelombang tinggi. Gelombang laut hingga mencapai 2.5 – 3.5 meter dapat terjadi di perairan selatan DIY. Nelayan dan wisatawan yang tinggal dan beraktivitas di pesisir diimbau tetap waspada dan berhati-hati terhadap gelombang tinggi. Wisatawan juga diminta memperhatikan himbauan dari petugas di sekitar area pantai. (OL-3)

 

Baca Juga

Istimewa

Rosela Minuman Khas Desa Sekitar Gambut

👤Denny Susanto 🕔Kamis 29 Oktober 2020, 07:03 WIB
Di Kalimantan Selatan sirup rosela banyak dijumpai di wilayah Kabupaten Balangan. Warga di sana sudah puluhan tahun membuat sirup rosela...
MI/Djoko Sardjono

Partisipasi Masyarakat Awasi Pemilu masih Rendah

👤Djoko Sardjono 🕔Kamis 29 Oktober 2020, 06:52 WIB
Partisipasi masyarakat dalam pengawasan tahapan pemilihan kepala daerah (pilkada) di Klaten, Jawa Tengah, masih rendah. Sementara,...
MI/Denny Susanto

Paslon Syafruddin-Alpiya Prioritaskan Petani dan Nelayan

👤Denny Susanto 🕔Kamis 29 Oktober 2020, 06:36 WIB
Paslon no 1 Pilkada Tanah Bumbu, SHM-MAR akan membantu membangun innfrastruktur pertanian dan nelayan, agar kedua bidang itu lebih...

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya