Kamis 09 Januari 2020, 12:15 WIB

Imam Darto Putuskan Fokus Tulis Skenario

Antara | Hiburan
Imam Darto Putuskan Fokus Tulis Skenario

Instagram @imamdarto
Imam Darto

 

PRESENTER sekaligus penyiar radio, Imam Darto, memilih lebih fokus menjadi penulis skenario film atau FTV dengan alasan lebih menikmati bekerja di balik layar daripada di depan kamera.

"Karena, kalau nulis, gue bisa cuma di kamar doang, terus bisa nulis enggak perlu pakai makeup. Gue bisa nulis kapan pun gue mau. Jadi lebih suka nulis walaupun challange-nya lebih besar," ujar Darto ditemui saat pemutaran perdana film ABRACADABRA di Jakarta, Rabu (8/1).

Menulis skenario sebenarnya bukan hal baru bagi presenter The Comment itu. Sebab, saat menjadi penyiar di radio Prambors, dia juga bertindak sebagai penulis skenario.

"Ya sebenarnya gue nulis skenario udah dari 2005, buat sandiwara radio terus pindah ke serial TV atau FTV. Yang benar-benar perdana itu nulis Pretty Boys. Nah, sejak itu, ada beberapa proyek dalam proses, satu dengan PH (production house) besar, terus Tompi pengin bikin film lagi sama gue," jelas pemain film Get Married 5 itu.

Baca juga: Andien Nyanyikan Ulang Hit Chrisye

Bagi Darto, membuat skenario film sangatlah menarik. Sebab, dia bisa melihat rangkaian kata yang diciptakannya menjadi gambar hidup dan disaksikan orang lain.

"Karena ada satu kepuasan dan gue merasa ada satu power di tangan seorang penulis. Ketika penulis cuma bisa nulis empat huruf misalnya mati, itu karakter utamanya mati. Jadi ada satu power di
mana dia mengendalikan cerita ini sesuai dengan kuasanya dia dan itu keren banget sih," kata Darto.

Darto mengatakan ada beberapa tawaran untuk proyek film ke depan. Namun dia tidak berani mengambil seluruhnya.

"Yang lagi gue tulis saat ini ada satu, belum syuting. Terus ada beberapa lagilah dalam proses penjajakan. Jadi ada beberapa yang tertarik, tinggal dimainin. Tapi gue juga takut misalkan mau sama gue semuanya, gue bingung ngerjainnya jadi mendingan satu-satu aja," ujar Darto. (OL-2)

Berita Terkini

Read More

Poling

Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) menggunakan sistem zonasi menimbulkan polemik di tengah masyarakat. Setujukah Anda dengan kebijakan zonasi tersebut?





Berita Populer

Read More