Kamis 09 Januari 2020, 07:34 WIB

Bertemu Presiden, Wali Kota Bekasi Cuma Pake Kaos dan Sepatu Boot

Gana Buana | Megapolitan
Bertemu Presiden, Wali Kota Bekasi Cuma Pake Kaos dan Sepatu Boot

Dok Humas Pemkot Bekasi
Wali Kota Bekasi Rahmat Effendi (kedua dari kiri) memenuhi panggilan Presiden Joko Widodo bersama beberapa kepala daerah lainnya, Rabu (8/1)

 

DENGAN kaos orange dan sepatu boots hitam, Wali Kota Bekasi Rahmat Effendi masuk ruang rapat di Istana Merdeka bersama beberapa kepala daerah lainnya.  Terlihat Gubernur Jakarta Anies Baswedan, Gubernur Banten Wahidin Halim, Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil, Bupati Bogor Ade Yasin, dan Bupati Lebak Iti Octavia berpakaian rapi dengan batik aneka corak

Beberapa berkas pun tidak lupa ada dalam genggaman para kepala daerah yang ikut dipanggil menghadap presiden pada Rabu (8/1). Namun, sayangnya hanya Rahmat Effendi yang melenggang dengan tangan kosong.

Sudah jadi tradisi, pejabat yang hendak bertemu atasan atau menghadiri rapat memakai pakaian rapi. Namun, hal itu tidak berlaku pada Rahmat Effendi hari itu. Ia hanya mengandalkan jas hitam untuk menutupi kaos oranye yang ia kenakan.

“Sekitar jam 4 sore (16.00 WIB) kemarin dipanggil presiden habis mantau di lapangan,” ungkap Rahmat Effendi, Kamis (9/1).

Baca juga: Jokowi Tekankan Empat Upaya Pencegahan Banjir

Rahmat mengatakan, sebelum berangkat memenuhi panggilan Presiden, ia memang sempat melakukan pemantauan di sejumlah wilayah. Mulai dari menyusuri Kali Bekasi, saluran crossing tol dari Tambun sampai Pondok Gede.

Sehingga, kata dia, ketika dipanggil Presiden melalui ponseln, ia tidak sempat lagi kembali ke rumah atau kantor untuk sekedar ganti baju.

“Berkas pun saya tidak bawa, Insya Allah sudah hafal,” jelas dia.

Di dalam ruang rapat, Presiden Joko Widodo didampingi beberapa pejabat seperti Kepala BNPB Doni Monardo, Menteri PUPR Basuki Hadimuljono, Menteri Sekretaris Negara Pratikno, serta Menteri LHK Siti Nurbaya.

Pada rapat tersebut, Rahmat sempat bercerita bahwa, sejak 2014 silam, warga Perumahan Pondok Gede Permai (PGP) sudah diminta direlokasi.

Rencananya, pemerintah ingin membuat polder atau tandon buatan di wilayah yang elevasi tanahnya rendah tersebut. Namun, warga setempat menolak. Sehingga pemerintah tidak bisa berbuat banyak dan mencari solusi penanganan banjir lainnya.

“Mereka tidak mau sejak 2014,” kata dia.

Selain itu, ia juga menjelaskan, sudah berbicara dengan Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan untuk meminta bantuan pompa. Bekasi masih mewaspadai cuaca ekstrem yang diprediksi terjadi di pertengahan Januari.

“Saya sudah bicara juga sama Bapak Gubernur DKI minta bantuan pompa satu dan lain hal. Alhamdulillah beliau respek," tandas dia.

Wilayah Kota Bekasi merupakan daerah yang paling banjak terimbas banjir pada Rabu (1/1). Sedikitnya ada sekitar 78 titik banjir yang melanda 366 ribu jiwa. Sebanyak 151.936 orang warga mengungsi, terdiri dari 52.466 pengungsi anak-anak, 29.412 lansia dan sisanya orang dewasa. Mereka tersebar di 135 titik lokasi pengungsian di 11 kecamatan. Sedangkan 9 orang warga meninggal dunia. (OL-2)

Baca Juga

ANTARA

Waspadai Banjir Kembali 1-2 Hari Ini

👤MI 🕔Senin 26 Oktober 2020, 00:10 WIB
BADAN Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Bekasi, kemarin dini hari, sibuk mengevakuasi warga yang menjadi korban...
Antara

14 Stadion Sepak Bola Bekasi Bakal Direvitalisasi

👤Mediaindonesia.com 🕔Minggu 25 Oktober 2020, 23:00 WIB
Pekerjaan revitalisasi stadion sepak bola itu meliputi penataan rumput dan tribun penonton hingga penambahan fasilitas serta sarana dan...
ANTARA

Pemkab Bogor Terus Lakukan Upaya Atasi Masalah Banjir

👤Dede Susianti 🕔Minggu 25 Oktober 2020, 21:02 WIB
BBWS dan Kementerian PUPR diharapkan segera menyelesaikan persoalan Kali Cikeas dan Cileungsi, karena keduanya berada di Kabupaten Bogor,...

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya