Kamis 09 Januari 2020, 05:10 WIB

Kelola Eastern Java Area, Pertagas Raih Proper Emas

(E-3) | Ekonomi
Kelola Eastern Java Area, Pertagas Raih Proper Emas

Dok. PGN
Kelola Eastern Java Area, Pertagas Raih Proper Emas

 

PT Pertamina Gas (Pertagas), anak usaha PT PGN Tbk, untuk pertama kalinya meraih predikat 'emas' dalam ajang Proper yang diselenggarakan oleh Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK).

Penghargaan tertinggi di bidang pengelolaan lingkungan hidup dan tanggung jawab sosial ini diterima Pertagas atas kinerjanya mengelola operasi dan mengembangkan potensi masyarakat di Eastern Java Area (EJA) di Sidoarjo, Jawa Timur. Penghargaan diserahkan Wakil Presiden KH Ma'ruf Amin dan diterima oleh Direktur Utama Pertagas, Wiko Migantoro, kemarin.

"Proper Emas ini merupakan bukti pengoperasian wilayah kerja Pertagas di bi-dang lingkungan hidup dan pemberdayaan masyarakat sudah mencapai level beyond compliance," ungkap Wiko dalam keterangan resmi.

Wiko menjelaskan Pertagas secara berkelanjutan dan bertahap terus membenahi dan menyempurnakan sistem kerjanya. "Kerja keras lintas fungsi ini akhirnya diakui oleh KLHK sehingga pada penganugerahan kali ini Pertagas berhasil membawa pulang Proper Emas," jelasnya.

Lebih lanjut Wiko menerangkan bahwa selain Easten Java Area yang berhasil meraih predikat 'emas', Pertagas juga berhasil membawa pulang tiga Proper Hijau untuk Western Java Area, Kalimantan Area, dan Southern Sumatera Area. Bahkan Western Java Area telah berhasil menjadi kandidat Proper Emas.

"Seluruh capaian itu menunjukkan komitmen kuat Pertagas untuk menjalankan operasinya sesuai regulasi yang ditetapkan oleh KLHK," ungkap Wiko.

Di ajang yang sama, PLN dan anak perusahaan PT Pembangkitan Jawa Bali (PJB) dan PT Indonesia Power (IP) berhasil meraih 5 penghargaan Proper Emas dan 16 penghargaan Proper Hijau.

Direktur Utama PLN Zulkifli Zaini mengungkapkan bahwa prestasi yang diperoleh ini merupakan hasil dari upaya kolaborasi yang baik antara PLN dan masyarakat.

"Bagi kami, penghargaan ini sangat penting sebagai legitimasi atas misi PLN untuk menjalankan kegiatan usaha yang berwawasan lingkungan, sekaligus mendukung komitmen pemerintah terhadap Paris Agreement untuk menurunkan kadar emisi karbon dioksida mulai tahun 2020," ungkap Zulkifli.

Dia menambahkan pencapaian ini menunjukkan komitmen kuat korporasi untuk terus menyelenggarakan bisnis pembangkitan tenaga listrik dengan aman, bersih, dan efisien serta memberdayakan masyarakat sekitar. (E-3)

Berita Terkini

Read More

Poling

Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) menggunakan sistem zonasi menimbulkan polemik di tengah masyarakat. Setujukah Anda dengan kebijakan zonasi tersebut?





Berita Populer

Read More