Rabu 08 Januari 2020, 22:00 WIB

Masyarakat Diimbau Menjauh dari Bangunan Ambruk di Slipi

Antara | Megapolitan
Masyarakat Diimbau Menjauh dari Bangunan Ambruk di Slipi

Dok.MI
Petugas gabungan dari Dinas Penanggulangan dan Penyelamatan DKI Jakarta dan Basarnas melakukan pemantauan lokasi ambruknya ruko empat lantai

 

POLDA Metro Jaya mengimbau masyarakat menjauhi lokasi gedung empat lantai di Jalan Brigjen Katamso Kota Bambu Selatan, Palmerah, Jakarta Barat, yang roboh pada Senin (6/1) pagi.

Kabid Humas Polda Metro Jaya, Komisaris Besar Pol Yusri Yunus, mengatakan, imbauan itu dikeluarkan karena kondisi bangunan yang tidak stabil dan dikhawatirkan ada roboh susulan.
 
"Kita harapkan masyarakat jangan terlalu dekat dengan bangunan tersebut karena tidak menutup kemungkinan nanti akan terjadi roboh susulan lagi," ujar Yusri di Polda Metro Jaya, Rabu (8/1).
 
Yusri juga mengatakan pihaknya sudah memasang garis polisi agar tidak ada yang masuk ke lokasi yang tidak stabil dan berisiko tinggi tersebut.

"Dari awal memang sudah kita police line pada saat kejadian itu salah satu bentuk menghindari masyarakat mendekat di sana," katanya.
 

Baca juga: Polisi Dalami Masalah Dugaan Struktur Bangunan Roboh di Slipi


Kepolisian merekomendasikan agar gedung yang roboh itu diratakan sepenuhnya.

"Merekomendasikan kepada pemerintah kota karena memang struktur bangunan sudah tidak bisa lagi dipertahankan, harus sesegera mungkin dirobohkan ini demi untuk menjaga keselamatan masyarakat," ujarnya.
 
Yusri berharap rekomendasi tersebut segara ditindaklanjuti dan segera dilaksanakan demi keamanan masyarakat.
 
Gedung tersebut terjadi pada Senin pagi (6/1) sekitar pukul 09.15 WIB roboh. Gedung tersebut ambles dari lantai teratas sampai lantai kedua gedung. Sedangkan lantai dasar gedung yang dijadikan minimarket terlihat tidak hancur sepenuhnya. Beberapa kendaraan tampak tertimpa reruntuhan.
 
Sebanyak 11 orang menjadi korban gedung ambruk dan berhasil dievakuasi dan telah dibawa ke RSUD Tarakan dan RS Pelni Jakarta. (OL-1)

Berita Terkini

Read More

Poling

Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) menggunakan sistem zonasi menimbulkan polemik di tengah masyarakat. Setujukah Anda dengan kebijakan zonasi tersebut?





Berita Populer

Read More