Rabu 08 Januari 2020, 21:22 WIB

Banjir Jakarta, Anies Klaim Ada Pesan Berantai Peringatan Dini

Selamat Saragih | Megapolitan
Banjir Jakarta, Anies Klaim Ada Pesan Berantai Peringatan Dini

MI/FRANSISCO CAROLIO HUTAMA GANI.
Banjir di Kampung Duri Semanan, Kalideres, Jakarta Barat, Senin (6/1).

 

GUBERNUR DKI Jakarta Anies Baswedan mengklaim Pemerintah Provinsi DKI Jakarta sudah memberikan peringatan dini kepada warga menjelang banjir pada Rabu (1/1) dini hari.

Peringatan dini disampaikan melalui pesan berantai ke telepon seluler (ponsel) warga. Hanya saja, Anies menduga sejumlah warga tidak membaca pesan tersebut.

"Kemarin pada malam kejadian itu, pemberitahuan diberi tahu. Tetapi karena malam hari, diberitahunya lewat HP akhirnya sebagian tidak mendapatkan informasi," ungkap Anies di Balai Kota DKI Jakarta, Jl Medan Merdeka Selatan, Rabu (8/1).

Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan. (MI/Ramdani)

Pada awal 2020, banjir melanda sejumlah titik di Jakarta, Bekasi, Tangerang, Tangerang Selatan, Lebak, dan Bogor. Badan Nasional Penanggulangan Bencana mencatat, sebanyak 67 orang meninggal akibat banjir melanda permukiman warga.

Sehingga, Anies memerintahkan pihak kelurahan berkeliling di wilayah untuk memberikan peringatan dini jika terjadi banjir kepada masyarakat dengan menggunakan pengeras suara dan sirine.

"Salah satu hal yang akan diterapkan baru, bila ada kabar akan banjir, pemberitahuannya akan langsung ke warga. Jadi kelurahan bukan ke RW, RT, tapi langsung ke masyarakat berkeliling dengan membawa toa (pengeras suara) untuk memberitahukan semuanya apa yang bakal terjadi, termasuk keliling sirine," ujarnya. (X-15)

Baca juga: Presiden Sebut Banjir Jakarta Karena Sampah, Anies: Tidak

Baca juga: Banjir lumpuhkan Akses Tangerang dan Jakarta Barat

Baca juga: Banjir Jakarta, antara Anugerah dan Bencana

Berita Terkini

Read More

Poling

Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) menggunakan sistem zonasi menimbulkan polemik di tengah masyarakat. Setujukah Anda dengan kebijakan zonasi tersebut?





Berita Populer

Read More