Rabu 08 Januari 2020, 21:09 WIB

Tes Potensi Akademik Jadi Penentuan Masuk Madrasah Unggulan

mediaindonesia.com | Humaniora
Tes Potensi Akademik Jadi Penentuan Masuk Madrasah Unggulan

Dok. kemenag
Pengumuman seleksi masuk madrasah unggulan

 

KEMENTERIAN Agama akan membuka Seleksi Nasional Peserta Didik Baru (SNPDB) 3 madasrah unggulan mulai 13 januari-4 fabruari mendatang. Ketiga madasrah unggulan itu, ialah Madrasah Aliyah Negeri Islam Cendekia (MAN IC), Madrasah Aliyah Negeri Program Keagamaan (MAN PK), dan Madrasah Aliyah Kejuruan Negeri (MAKN).

Direktur Kurikulum, Sarana, Kesiswaan, dan Kelembagaan (KSKK) Madrasah Direktorat Jenderal Pendidikan Islam (Pendis) Kemenag Ahmad Umar mengatakan, SNPDB akan meliputi 2 tes, yakni Tes Potensi Akademik dan Tes Akademik.

Tes Potensi Akademik, kata Umar punya nilai besar dalam menentukan lolosnya peserta seleksi.

"Yang jadi standar itu Tes Potensi Akademiknya. Ini diambil sekian persen, lalu dikonfirmasi ke tes akademik. Kalau nilai Tes Potensi Akademik bagus, tapi (nilai) akademiknya standar, ini bisa masuk," ungkap Umar dalam keterangan tertulisnya.

Data Kemenag menunjukkan, tahun lalu dari 2.200-an kuota, ada 13.967 pelamar. Umar memprediksi, tahun ini persaingan memperebutkan kuota pun akan ketat.

Baca juga : Seleknas Masuk MAN IC, MAN PK, dan MA Kejuruan Dibuka 13 Januari

Tahun ini, SNPDB juga akan kembali menggeunakan tes berbasis komputes (computer-based test) untuk haisl tes yang cepat dan akurat.

"Karena kalau tes paper, koreksi manual lagi. Kalau yang koreksi agak ngantuk mungkin (hasilnya) agak berbeda. (CBT) selain lebih hemat biayanya, cepat koreksi, hasil akurat," ujar Umar.

Kasubdit Kesiswaan KSKK Madrasah Nanik Pujiastuti menjelaskan proses sosialisasi SNPDB 2020 sudah berlangsung sejak 2 Januari lalu.

Dia mengatakan, seleksi nasional ini terdiri dari dua jalur, yakni jalur prestasi dan jalur reguler. Namun untuk jalur prestasi, kuotanya dibatasi hanya 10%.

Bidang prestasinya pun sudah ditentukan. Untuk MAN IC dan MAKN, jalur prestasi hanya dapat dimanfaatkan oleh pemenang Olimpiade Sains Nasional (OSN), Kompetisi Sains Madrasah (KSM), MYRES, OPSI, IMO, IBO, IPhO, IChO, IOI, IGeO, IESO, IAO, IOAA, IEO, IEYI, ASPC, dan lomba karya ilmiah.

Sedangkan untuk MAN PK, jalur prestasi untuk peraih juara 1-2 MTQ Nasional, juara 1-3 MQK Nasional, 1-3 MQK Provinsi, dan Lomba Pidato Bahasa Arab Tingkat Nasional.

"Nanti tes dilakukan di manapun siswa itu berada, tidak harus di madrasah tujuan. Misalnya di satu provinsi ada siswa pendaftar minimal 30 orang, tes bisa dilakukan di sana. Jadi, tes yang mendekati siswa," tandas Nanik. (RO/OL-7)

Berita Terkini

Read More

Poling

Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) menggunakan sistem zonasi menimbulkan polemik di tengah masyarakat. Setujukah Anda dengan kebijakan zonasi tersebut?





Berita Populer

Read More