Rabu 08 Januari 2020, 22:50 WIB

Meski Berbeda Tetap Bisa Berbagi

MI | Nusantara
Meski Berbeda Tetap Bisa Berbagi

MI/Alexander P Taum
Meski Berbeda Tetap Bisa Berbagi

 

DUA sekolah berbasis agama di Kabupaten Sikka itu berbagi ruangan. Pagi hari, kelas digunakan siswa sekolah dasar katolik (SDK), siang harinya giliran anak-anak yang menuntut ilmu di madrasah ibtidaiyah (MI).

“Alam membuat anak-anak menyatu dalam satu ruangan, meski berbeda waktu. Angin kencang merontokkan bangunan MI, namun kerelaan pengurus SDK membuat anak-anak MI tetap bisa sekolah,” ujar Kepala Desa Darat Pantai, Talibura, Kabupaten Sikka, Nusa Tenggara Timur, Emanuel Nong Endi, Rabu (8/1).

Sudah tiga hari, anak-anak MI Dusun Blatat berada di SDK 130 Tanjung Darat. Suasana di lingkungan sekolah itu menjadi berbeda dibanding hari sebelumnya. Lebih ramai.

Keramaian terasa saat pergantian, ketika anak-anak SDK pulang dan siswa MI datang. Mereka yang bertetangga dan sudah saling kenal, bertegur sapa. Yang baru bertemu pun mulai saling senyum, sebagai awal perkenalan.  

Akhir pekan lalu, bangunan MI Dusun Blatat rata dengan tanah setelah dilanda angin kencang. Empat ruangan berdinding pelupuh tak berdaya dilanda kekuatan alam. Alat kelengkapan belajar juga rusak dan tidak bisa digunakan lagi. “Bangunan itu kami bangun secara swadaya. Kami memanfaatkan bahan bangunan yang ada di sekitar desa, di antaranya bambu untuk dindingnya,” ungkap Emmanuel Nong lagi.

Robohnya bangunan MI tidak membuat para siswanya tidak bisa belajar. Pengurus SDK mempersilakan mereka menggunakan kelas pada sore hari. “Kami bersyukur karena pengurus SDK 130 telah berbaik hati. Mereka mengaku ikut prihatin atas musibah yang kami alami,” tutur Kepala MI Dusun Blatat, Masyur Harahap.

Di Nusa Tenggara Timur, khususnya Kabupaten Sikka, Islam merupakan agama minoritas di antara penganut Katolik yang menjadi mayoritas. Namun, minoritas dan mayoritas tidak pernah jadi masalah. Mereka bisa hidup berdampingan dengan damai.

“Anak-anak juga merasa nyaman menggunakan sementara ruang kelas SDK 130. Mereka bisa tetap sekolah, dan itu suatu berkah,” lanjut Masyur.

Yuanita, siswa kelas 3 MI Blatat mengiyakan. “Kami senang bisa kembali belajar, meski bukan di ruang kelas sendiri. Sangat nyaman, meski kami harus belajar pada siang hingga sore hari.”
Untuk sementara Emmanuel bisa berlega hati. “Berbeda agama tidak berarti tidak bisa berbagi,” tandasnya. (Alexander Taum/N-2)

Baca Juga

MI/Denny Susanto

Pantai Angsana Tempat Wisata Pilihan di Tanah Bumbu

👤Denny Susanto 🕔Rabu 25 November 2020, 10:08 WIB
Pantai Angsana terletak di Kecamatan Angsana Tanah Bumbu Kabupaten Tanah Bumbu dengan jarak tempuh sekitar 5 jam perjalanan darat dari Kota...
MI/Kristiadi

Pasien Covid-19 Ditempatkan di Rusunawa Universitas Siliwangi

👤Kristiadi 🕔Rabu 25 November 2020, 10:00 WIB
Puluhan pasien terkonfirmasi positif covid-19 menjalani perawatan di Rusunawa Universitas Siliwangi, Kelurahan Mugarsari, Kecamatan...
MI/Hijrah Ibrahim

Petugas Lapas di Ternate Jadi Kurir Narkoba

👤Hijrah Ibrahim 🕔Rabu 25 November 2020, 09:11 WIB
Polres Ternate, Maluku Utara menangkap tersangka pengedar narkoba, seorang petugas Lembaga Pemasyarakatan Perempuan dan Anak Kelas III...

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya