Rabu 08 Januari 2020, 19:15 WIB

Siapkan Piala Dunia U-20, Menpora Sibuk Cari Anggaran

Rahmatul Fajri | Sepak Bola
Siapkan Piala Dunia U-20, Menpora Sibuk Cari Anggaran

ANTARA/ADITYA PRADANA PUTRA
Sesmenpora Gatot S. Dewa Broto (kiri) berjabat tangan dengan sejumlah anggota Komisi X DPR RI usai rapat di kompleks Parlemen, Jakarta.

 

SEKRETARIS Kementerian Pemuda dan Olahraga Gatot S Dewa Broto mengatakan pihaknya akan menyurati Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) dan PSSI terkait anggaran Piala Dunia U-20 2021.

Gatot mengatakan surat kepada Kementerian PUPR itu berisi permintaan daya dukung administratif dan teknis bagi keperluan renovasi sejumlah prasarana dan sarana Penyelenggaraan Piala Dunia.

Baca juga: Persiapan PSSI Jadi Tuan Rumah Piala Dunia U-20 Semakin Matang

Adapun untuk PSSI, pihaknya meminta proposal yang akan diajukan untuk kepentingan persiapan tim nasional yang akan diturunkan pada Piala Dunia FIFA U-20.

Namun, untuk PSSI ia meminta lebih lihai dalam mencari sponsor untuk penyelenggaraan Piala Dunia U-20 2021.

Ia mengatakan sebaiknya PSSI tidak hanya mengandalkan anggaran dari pemerintah pusat dan pemerintah daerah.

"Supaya tidak semata-mata mengandalkan APBN dan APBD, Pengurus PSSI disarankan untuk mencari dana sponsor internasional maupun domestik," ungkap Gatot, melalui keterangan tertulis, Rabu (8/1).

Setelah adanya laporan dari Kementerian PUPR dan PSSI, Kemenpora segera berkomunikasi dengan Kementerian Keuangan untuk membahas kebutuhan anggaran tersebut.

Gatot menambahkan Kementerian PUPR dan PSSI akan meninjau langsung sejumlah stadion dan lapangan pendukung yang ditawarkan kepada FIFA menjadi tuan rumah.

"Beberapa hari ke depan Tim Kementerian PUPR bersama Pengurus PSSI sedang melakukan site inspection. Seusai itu, akan dikoordinasikan bersama Pengurus PSSI untuk dikonsultasikan dengan FIFA," kata Gatot. (Faj/A-2)

 

Berita Terkini

Read More

Poling

Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) menggunakan sistem zonasi menimbulkan polemik di tengah masyarakat. Setujukah Anda dengan kebijakan zonasi tersebut?





Berita Populer

Read More