Rabu 08 Januari 2020, 16:30 WIB

LaNyalla diberi Gelar Datuk Redendo di Bangka Belitung

Putri Rosmalia Octaviyani | Humaniora
LaNyalla diberi Gelar Datuk Redendo di Bangka Belitung

Ist
Ketua DPD RI AA LaNyalla Mahmud Mattalitti mendapat hadiah gelar Datuk Radendo.

 

KETUA DPD RI AA LaNyalla Mahmud Mattalitti mendapat hadiah gelar Datuk Radendo. Hadiah tersebut disematkan sebagai hadiah dari Lembaga Adat Melayu (LAM) Negeri Sejiran Setason (NSS) atau dikenal dengan LAM Jerieng. Gelar Datuk Radendo diberikan saat LaNyalla melakukan kunjungan kerja ke Kabupaten Bangka Barat, Selasa (7/1) sore. 

LaNyalla yang hadir bersama empat Senator dari daerah pemilihan Bangka Belitung, Hudarni Rani, Ustadz Zuhri M. Syazali, Darmansyah Husein dan Alexander Franciscus diterima langsung oleh Bupati Bangka Barat Markus. Disaksikan Bupati dan Ketua DPRD Kabupaten Bangka Barat H. Badri serta pimpinan forkompinda, LaNyalla menjalani ritual penerimaan gelar adat Jerieng.

Baca juga: Harus ada Alternatif Income bagi Masyarakat Penambang

“Saya ucapkan terima kasih sebesar-besarnya kepada Lembaga Adat Melayu Negeri Sejiran Setason, atas kehormatan yang diamanatkan kepada saya,” ujar LaNyalla.

Sementara itu, Bupati Bangka Barat, Markus, mengaku Pemkab Bangka Barat mendapat kehormatan atas kunjungan Ketua DPD RI yang datang lengkap dengan empat Senator asal Babel.

“Suatu kehormatan tersendiri bagi kami karena, pada kesempatan ini kita dapat bertatap muka langsung. Semoga hal ini menjadi awal pertanda baik bagi Bumi Sejiran Setason,” kata Markus usai menyerahkan satu berkas aspirasi dari Kabupaten Babar kepada DPD RI.

Sebelumnya, LaNyalla beserta rombongan berkunjung ke Pemerintah Kota Pangkal Pinang. Kepada Walikota Pangkal Pinang, Maulan Aklil, ia menyatakan DPD RI akan membantu menyampaikan aspirasi Pemkot Pangkal Pinang untuk dapat memiliki pelabuhan laut standar internasional, yang mampu melayani kapal-kapal cargo dengan draft yang lebih dalam.

“Sekarang kan masih terbatas, karena pelabuhan yang ada masih memiliki beberapa permasalahan, termasuk pendangkalan akibat sedimentasi,” urai LaNyalla.

Mantan Ketua Umum Kadin Jawa Timur itu juga berharap Pangkal Pinang selain serius melakukan positioning sebagai kota perdagangan dan jasa, juga secara serius memikirkan sektor pariwisata.

“Kalau perlu para pengusaha dari Pangkal Pinang melakukan invenstasi di Kawasan Ekonomi Khusus di Tanjung Kalayang. Apalagi pemerintah pusat sudah memasukkan Babel sebagai salah satu dari 10 destinasi unggulan pariwisata Indonesia,” ujar LaNyalla.

Molen, sapaan akrab Wali Kota Pangkalpinang, mengungkapkan rencana pemkot untuk membangun pelabuhan di sekitar Jembatan Emas pada 2021 mendatang. Pelabuhan yang dibangun ini dinilainya strategis, karena tidak melewati sistem buka tutup jembatan emas yang memakan waktu antri kapal cukup lama.

Baca juga: KP2C: Peringatan Dini Banjir di Jabodetabek Sudah Dilakukan

Molen pun meminta dukungan senator tersebut agar disampaikan ke pemerintah pusat untuk dukungan anggaran.

"Semoga aspirasi ini bisa diterima dan disampaikan ke pusat agar sinergi pusat dan daerah semakin meningkat,” kata Molen. (OL-6)

Berita Terkini

Read More

Poling

Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) menggunakan sistem zonasi menimbulkan polemik di tengah masyarakat. Setujukah Anda dengan kebijakan zonasi tersebut?





Berita Populer

Read More