Rabu 08 Januari 2020, 13:59 WIB

Antisipasi Hujan Ekstrem, Dinas SDA Evaluasi Pompa di Ibu Kota

Putri Anisa Yuliani | Megapolitan
Antisipasi Hujan Ekstrem, Dinas SDA Evaluasi Pompa di Ibu Kota

ANTARA FOTO/Rivan Awal Lingga
Pekerja memperbaiki pompa air di Waduk Melati, Tanah Abang, Jakarta, Rabu (4/11/15)

 

DINAS Sumber Daya Air (SDA) DKI Jakarta akan mengevaluasi kondisi pompa-pompa yang ada. Hal ini merupakan bagian dari antisipasi menghadapi cuaca hujan ekstrem yang diprediksi oleh BMKG akan turun sepekan ke depan.

Sekretaris Dinas SDA DKI Dudi Gardesi menyebut evaluasi ini berdasarkan kondisi banjir yang meluluhlantakkan Jakarta pada 1 Januari. Menurutnya, kondisi rumah pompa di Jakarta sudah cukup memprihatinkan karena sekitar 50 pompa terendam banjir.

"Kita akan lihat lagi kondisi pompa-pompa kita. Kita akan evaluasi. Saya baru enam bulan dan baru terinformasi kondisi-kondisi pompa kita, saya masih harus pelajari semuanya," ungkap Dudi saat dihubungi Media Indonesia, Rabu (8/1).

Selain itu, ada pula pompa-pompa yang sudah berusia tua. Menurutnya, meskipun pompa-pompa tersebut sudah tua, tetapi masih bisa dioperasikan.

"Yang tua-tua itu juga masih ada. Masih bagus digunakan tapi untuk pemanasannya lama, dan tahu sendiri ya kalau diibaratkan mobil, sudah tua ya baru digunakan sebentar sudah panas," terangnya.

Baca juga: Dipanggil Polisi, Anak Buah Anies: Pompa Air Sengaja Dimatikan

Upaya lainnya untuk mengantisipasi curah hujan ekstrem yakni memperbaiki pompa-pompa yang rusak. Selain itu, ia juga akan menyiagakan pompa-pompa mobile di lokasi rumah pompa yang rawan terendam banjir.

"Yang pasti kita gandeng ATPM untuk segera perbaiki pompa yang rusak. Kalau untuk meninggikan rumah pompa yang terendam banjir itu tidak mudah," tuturnya.

Sementara itu, soal kemungkinan pengadaan pompa baru untuk menggantikan pompa tua, pihaknya tidak bisa sembarang melakukan tender. Pompa bukan lah mesin yang mudah dibuat.

Dalam pengadaan, pihaknya harus menentukan spesifikasi detail disesuaikan dengan karakteristik wilayah serta kemampuan mesin yang diinginkan.

"Ga gampang. Paling cepat empat bulan. Kan mesinnya harus spesifik, mau yang bisa menyedot dengan kapasitas berapa. Tapi kemungkinan itu ada," tukasnya.(OL-5)

Berita Terkini

Read More

Poling

Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) menggunakan sistem zonasi menimbulkan polemik di tengah masyarakat. Setujukah Anda dengan kebijakan zonasi tersebut?





Berita Populer

Read More