Rabu 08 Januari 2020, 10:40 WIB

Guaido Serukan Tiga Hari Protes Terhadap Presiden Maduro

Rifaldi Putra Irianto | Internasional
Guaido Serukan Tiga Hari Protes Terhadap Presiden Maduro

CRISTIAN HERNANDEZ/AFP
Tokoh oposisi Venezuela Juan Guaido (tengah) berbicara pada jumpa pers di Caracas, Venezuela, Selasa (7/1).

 

PEMIMPIN oposisi Venezuela, Juan Guaido menyerukan tiga hari protes terhadap Presiden Nicholas Maduro.

Hal itu diserukan Guaido seusai dirinya dilantik sebagai Ketua Parlemen Majelis Legislatif Nasional Venezuela setelah bersitegang dengan militer yang mencegahnya memasuki gedung Kongres.

"Sudah waktunya untuk berdiri dan berdiri dengan kekuatan," kata Guaido saat konferensi pers, seperti dilansir AFP.

"Kami akan memobilisasi untuk melakukan protes di jalan pada Kamis dan Jumat. Dan Sabtu kita semua akan berada di Jalanan," serunya.

Guaido yang mendeklarasikan diri sebagai penjabat presiden merupakan lawan politik dari Presiden Nicolas Maduro yang dituding bertanggung jawab atas krisis ekonomi dan bersikap layaknya diktator.

Diketahui, Majelis Legislatif National Venezuela merupakan satu-satunya cabang pemerintah yang dikuasai oposisi sehingga peran Guaido anggap penting untuk melanjutkan perjuangan melawan Presiden Nicholas Maduro.

Bahkan Guaido didukung pemerintah Amerika serikat (AS) dan lebih dari 50 negara lain, berbanding dengan Maduro yang didukung Tiongkok, Rusia, dan Kuba.

"Kita di sini, menunjukan wajah kita," ucap Guaido.

Lewat Twitter-nya, Guaido menuding Parra yang merupakan lawannya dalam memperebutkan kursi ketua parlemen melarikan diri.

Guaido menyebut Parra sebagai seorangpengecut. "Seperti para pengecut mereka," cuit Guiado.

Para anggota parlemen menyanyikan lagu kebangsaan namun listrik di ruang sidang dimatikan dan mereka terpaksa menggunakan ponsel mereka untuk menerangi ruangan. Guaido kemudian mengangkat tangan kanannya dan diambil sumpahnya sebagai ketua parlemen. (AFP/Rif/OL-09)

Baca Juga

AFP

Biden Menang, Hubungan Indonesia-AS Lebih Clear

👤Nur Aivanni 🕔Kamis 29 Oktober 2020, 02:15 WIB
Jika Trump yang keluar sebagai pemenang, akan ada stagnansi ketidakpastian dalam hubungan AS-Indonesia meski tidak ada yang secara akurat...
Antara

Serangan Rudal Armenia, 21 Orang di Azerbaijan Tewas

👤Faustinus Nua 🕔Rabu 28 Oktober 2020, 21:00 WIB
Militer Azerbaijan mengatakan serangan rudal di dekat Nagorno-Karabakh pada Rabu (28/10) telah menewaskan 21 orang dan puluhan lainnya...
AFP/Ahmad Gharabli

Indonesia Panggil Dubes Prancis dan Kecam Pernyataan Macron

👤Mediaindonesia.com 🕔Rabu 28 Oktober 2020, 20:51 WIB
Pemerintah Indonesia keberatan terhadap pernyataan Presiden Macron yang mengindikasikan ada kaitan antara agama dan tindakan...

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya