Rabu 08 Januari 2020, 05:40 WIB

Kemoterapi masih diandalkan Atasi Kanker Getah Bening

(Ant/RO/Ifa/Aiw/H-2) | Humaniora
Kemoterapi masih diandalkan Atasi Kanker Getah Bening

MI/ENI KARTINAH
PENGOBATAN KANKER: Seorang pasien bersiap menjalani prosedur kemoterapi untuk pengobatan kanker di Jakarta, beberapa waktu lalu.

 

SEPULUH tahun lalu, aktris multitalenta Ria Irawan mengetahui ada mioma di rahimnya ketika dia berusia 40 tahun. Dia didiagnosis mengidap kanker dinding rahim. Kemudian, rahimnya diangkat pada 2014, tetapi kanker sudah menyebar ke kelenjar getah bening pada bagian panggul.

Sempat dinyatakan sembuh, sel kanker dalam tubuh Ria kembali aktif dan menjalar ke diafragma. Pertengahan 2019, kanker sudah menjalar ke paru-paru dan otak, hingga akhirnya ia mengembuskan napas terakhir pada usia 50 tahun, Senin (6/1).

Pemilik nama lengkap Chandra Ariati Dewi Irawan ini bukan satu-satunya selebritas yang bergulat menghadapi penyakit yang menyerang sel darah putih, sistem kekebalan tubuh.

Ustaz kondang Arifin Ilham dan aktor Aldi Taher juga divonis kanker getah bening. Arifin Ilham mengembuskan napas terakhirnya pada 22 Mei 2019.

Sementara itu, Aldi Taher kini menjadi penyintas kanker setelah menjalani enam kali kemoterapi. Aldi awalnya tak menyangka ia bisa terkena kanker. Salah satu gejala yang dialaminya ialah pegal di leher sebelah kanan yang tak kunjung hilang selama dua bulan pada 2016.

Semua orang memiliki kelenjar getah bening yang terdapat di sepanjang tubuhnya. Struktur jaringan kecilnya menyerupai kacang merah dan banyak terdapat di area leher, paha bagian dalam, ketiak, di sekitar usus, dan di antara paru-paru.

"Kelenjar getah bening berada di seluruh tubuh kita dan bergabung dalam sistem limfatik bersama dengan tonsil, limpa, dan timus," jelas dokter spesialis penyakit dalam konsultan hematologi onkologi medik Diah Ari Safitri dari RS Awal Bros Tangerang, kemarin.

Saat terjadi infeksi atau cedera, kelenjar getah bening membesar atau membengkak. "Harus diwaspadai karena gangguan pada kelenjar itu berpotensi menimbulkan gejala kanker," kata Diah.

Ada dua tipe kanker ini, yakni limfoma nonhodgkin dan limfoma hodgkin. Namun, limfoma nonhodgkinmerupakan keganasan yang paling sering dialami orang dewasa. "Penentuan tipe limfoma yang tepat berdasarkan biopsi jaringan sangatlah penting karena berkaitan dengan terapi yang akan diberikan," tegasnya.

Menurutnya, terapi pada limfoma dilakukan dengan pengobatan tunggal atau kombinasi dengan radioterapi, kemoterapi, dan imunoterapi. Kemoterapi pada kanker kelenjar getah bening, sebut Diah, merupakan salah satu terapi utama.

"Tujuan dari kemoterapi adalah untuk menghentikan atau menghambat pertumbuhan sel kanker. Kemoterapi dilakukan dengan mengikuti suatu siklus. Misalnya pada limfoma nonhodgkin, kemoterapi dilakukan setiap 21 hari dan diulang 6 kali," terang Diah.

Diah menyampaikan, kanker kelenjar getah bening termasuk jenis kanker ganas yang menyerang sistem limfatik atau pertahanan tubuh. Keluhan awal yang timbul ialah benjolan pada daerah kelenjar getah bening.

Pada kasus Ria Irawan, kanker kelenjar getah bening telah mencapai stadium 3, artinya sel kanker itu sudah bersarang pada kelenjar getah bening pada kedua sisi diafragma. Sementara itu, pada stadium 4, sel kanker telah menyebar ke seluruh tubuh dan mengenai organ hati, tulang, dan paru. (Ant/RO/Ifa/Aiw/H-2)

Berita Terkini

Read More

Poling

Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) menggunakan sistem zonasi menimbulkan polemik di tengah masyarakat. Setujukah Anda dengan kebijakan zonasi tersebut?





Berita Populer

Read More