Selasa 07 Januari 2020, 20:30 WIB

Soal Penahanan Penumpang, Dirut Garuda Minta Maaf

Faustinus Nua | Ekonomi
Soal Penahanan Penumpang, Dirut Garuda Minta Maaf

Antara/Galih Pradipta
pelaksana Tugas Direktur Utama garuda Indonesia Fuad Rizal

 

PELAKSANA Tugas Direktur Utama PT. Garuda Indonesia Fuad Rizal meminta maaf atas insiden penahanan penumpang oleh pilot penerbangan GA404 rute Jakarta-Denpasar pada 4 Januari silam.

Fuad menambahkan, pihaknya juga sedang menindaklanjuti kasus yang viral di media sosial tersebut dengan melakuka investigasi terhadap pilot penerbangan GA404.

"Investigasi atas pilot dimaksud untuk mengetahui lebih lanjut dugaan apakah yang bersangkutan telah melampaui kewenangannya ketika bertugas atau telah bekerja sesuai prosedur,” kata Fuad dalam keterangan resmi (7/1).

Pihak Garuda juga terus melakukan komunikasi dengan penumpang yang semp[at ditahan di Bandara Ngurah Rai tersebut. Hal itu sebagai upaya dan niat baik perseroan untuk segera menyelesaikan permasalahan yang ada.

Baca juga : Keluhan Layanan Garuda Indonesia Viral, Menhub Minta Perbaiki

Fuad menegaskan, pihaknya tidak pernah mengeluarkan pernyataan yang menyebutkan data dan informasi penumpang GA404 yang ditahan oleh pilot di bandara. Menurutnya, data yang bocor ke media bukan berasal dari perusahaan pelat merah tersebut.

“Kami juga menyesalkan beredarnya data pribadi penumpang dan keluarga sehingga menimbulkan ketidaknyamanan. Dapat kami pastikan bahwa hal tersebut bukan berasal dari Garuda Indonesia”, tutupnya.

Sebelumnya, salah satu penumpang Garuda GA404 Rute Jakarta-Denpasar bernama Jesica bersama suaminya mengaku ditahan oleh pilot dan petugas keamanan penerbangan setelah pesawat mendarat. Mereka dituduh menghina maskapai Garuda dengan mengatakan.

Melalui akun sosial media Twitter @jesswjk, Jessica mengaku tidak pernah menghina maskapai tersebut dan merasa diperlakukan tidak nyaman oleh pilot yang arogan. (OL-7)

Berita Terkini

Read More

Poling

Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) menggunakan sistem zonasi menimbulkan polemik di tengah masyarakat. Setujukah Anda dengan kebijakan zonasi tersebut?





Berita Populer

Read More