Selasa 07 Januari 2020, 18:29 WIB

Menkeu Sebut APBN 2019 Jadi Instrumen Antisipasi Krisis

Dwi Tupani | Ekonomi
Menkeu Sebut APBN 2019 Jadi Instrumen Antisipasi Krisis

DOK Kementerian Keuangan
Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati menyatakan APBN 2019 Menjadi Instrumen Countercyclical Pemerintah

 

MENTERI Keuangan Sri Mulyani Indrawati memaparkan bahwa perekonomian Indonesia di 2019 berhasil tumbuh positif di tengah perlambatan ekonomi global yang dipengaruhi oleh dinamika perang dagang dan geopolitik, penurunan harga komoditas, serta perlambatan ekonomi di banyak negara. 

Walaupun Indonesia menghadapi situasi eksternal tersebut, perekonomian tahun 2019 diperkirakan tetap dapat tumbuh di atas 5% karena terjaganya permintaan domestik, konsumsi pemerintah, serta investasi. 

Kinerja perekonomian yang terjaga serta pelaksanaan program pembangunan juga telah berhasil menurunkan tingkat pengangguran, mengurangi ketimpangan dan mempertahankan kesejahteraan masyarakat. 

"Di tengah ketidakpastian ekonomi global dan di banyak negara, APBN tahun 2019 didorong ekspansif dan countercyclical untuk menjalankan peran strategis dalam menjaga stabilitas makroekonomi, mempertahankan momentum pertumbuhan perekonomian domestik, dan mendorong laju kegiatan dunia usaha, serta tetap memberikan perlindungan kepada masyarakat," ujarnya saat Konferesi Pers di Aula Djuanda 1 Kementerian Keuangan, Jakarta, seperti dilansir keterangan resmi, Selasa (7/1). 

Realisasi defisit APBN tahun 2019 sementara berkisar pada 2,2% dari PDB, dibandingkan dengan target awal 1,84% dari PDB. Pelebaran defisit tersebut dilakukan secara terukur dengan memperhitungkan risiko dan manfaatnya, serta kredibilitas fiskal.

"Indonesia, dengan tekanan dan global economic environment yang tidak kondusif di tahun 2019 tadi, kita tetap mampu menjaga pertumbuhan kita di atas 5%. Kalau kita lihat dari komponen memang karena domestik, di mana kita terutama untuk konsumsi, tetap bisa bertahan 3 kuartal berturut-turut tumbuh di atas 5%. Inflasi yang rendah menyebabkan daya beli masyarakat tetap terjaga. Kalau kita lihat konsumsi pemerintah juga memberikan support untuk penurunan ekonomi ini," kata Menkeu.

Perekonomian Indonesia di tahun 2019 menghadapi tantangan yang cukup berat, baik dari faktor eksternal maupun internal. Dampak dari perlambatan ekonomi global dan ekonomi di banyak negara di dunia, juga berimbas pada laju investasi, kegiatan ekspor dan impor, serta aktivitas dunia usaha di dalam negeri. 

Untuk menyikapi tantangan tersebut, Pemerintah melakukan langkah-langkah nyata dengan menggunakan instrumen fiskal, serta kebijakan di sektor riil, yang didukung dengan relaksasi kebijakan moneter oleh Bank Indonesia (BI). Sinergi yang kuat antara institusi kebijakan moneter dan fiskal mampu meminimalisasi dampak risiko global terhadap perekonomian nasional, sehingga stabilitas ekonomi makro di dalam negeri tetap terjaga, untuk mempertahankan momentum pertumbuhan dan pembangunan nasional di tahun 2019. 

Dengan melihat pertumbuhan ekonomi Indonesia sampai triwulan III tahun 2019 yang tumbuh sebesar 5,04% (c-to-c) serta langkah-langkah yang dilakukan Pemerintah dan BI, outlook perekonomian nasional dalam keseluruhan tahun 2019 diproyeksikan dapat tumbuh mencapai 5,05%. 

"Pertumbuhan ini bersumber dari kontribusi konsumsi rumah tangga dan pemerintah yang masing-masing tumbuh 5,2% dan 4,7%. Selain itu, pembentukan modal tetap bruto tumbuh moderat sebesar 4,7%, yang dipengaruhi oleh terjaganya fundamental perekonomian domestik, di tengah peningkatan risiko ketidakpastian global yang memengaruhi persepsi investor," terangnya. 

Baca juga: Serapan Belanja Kementerian/Lembaga di 2019 Capai 102,4%

Sementara itu, kinerja ekspor dan impor masih terbatas sejalan dengan perkembangan melemahnya perdagangan dunia dan turunnya harga komoditas utama Indonesia seperti batu bara. Berbagai kondisi tersebut menghadapkan Pemerintah pada berbagai tantangan untuk terus menjaga momentum pertumbuhan ekonomi di tahun 2019. 

Dalam kondisi yang relatif menantang tersebut, tingkat inflasi dapat dikendalikan pada tingkat sebesar 2,72%, tingkat terendah yang dicapai dalam waktu 20 tahun terakhir, sehingga turut berkontribusi pada pertumbuhan permintaan domestik. 

Selain itu, nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat cenderung menguat atau mengalami apresiasi 3,9% (EoP) dibandingkan dengan yang diasumsikan dalam APBN. Hal ini seiring dengan terjaganya cadangan devisa nasional serta masuknya aliran modal asing ke dalam negeri akibat perbaikan credit rating Indonesia sebagai wujud kepercayaan investor terhadap perekonomian Indonesia. 

Dengan terjaganya stabilitas ekonomi makro nasional serta efektivitas pelaksanaan program pembangunan Pemerintah, pada akhirnya menghasilkan perbaikan pada berbagai indikator kesejahteraan masyarakat. Berdasarkan data BPS, tingkat pengangguran per-Agustus 2019 turun menjadi sebesar 5,28% dari posisi yang sama tahun 2018 sebesar 5,34%. 

Sementara itu, tingkat kemiskinan Indonesia per-Maret 2019 turun menjadi 9,41% dari sebelumnya 9,82% pada Maret 2018 dan koefisien gini membaik dari 0,389 pada Maret 2018 menjadi 0,382 pada Maret 2019. Capaian positif di tahun 2019 tersebut akan menjadi dasar untuk menopang langkah pembangunan di tahun 2020.

"Kita lihat perekonomian global yang menunjukkan kelemahan yang sangat nyata ini, maka tahun 2020 ada sedikit optimisme yaitu adanya recovery. Diharapkan 2019 adalah bottom dari pelemahan yang sifatnya across the globe ini, seluruh negara, mengalami perlemahan yang sama arahnya yaitu melemah. Kita berharap tahun 2020 akan ada sedikit pemulihan atau recovery," jelas Menkeu. (RO/A-4)

Baca Juga

Ist/Kementan

Serahkan 100 Ribu Bibit Pala, Mentan SYL: Kita Kuasai Pasar Dunia

👤mediaindonesia.com 🕔Sabtu 30 Mei 2020, 18:34 WIB
Salah satu teknologi perkebunan yang telah dihasilkan Balai Penelitian Tanaman Industri dan Penyegar (Balitri) adalah pala varietas...
MI/Andri Widiyanto

Kadin Optimistis Normal Baru Bakal Tingkatkan Kegiatan Ekonomi

👤Hilda Julaika 🕔Sabtu 30 Mei 2020, 17:30 WIB
Dalam beberapa pekan pertama new normal, peningkatan ekonomi diprediksi akan pulih secara...
ANTARA

Bali Segera Terapkan New Normal, Penerbangan Lakukan Persiapan

👤Hilda Julaika 🕔Sabtu 30 Mei 2020, 17:15 WIB
Bagi penumpang yang hendak masuk ke Bali melalui Bandara International I Gusti Ngurah Rai Bali hendaknya harus mempersiapkan diri dengan...

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya