Selasa 07 Januari 2020, 18:18 WIB

Presiden Minta Gubernur Banten Setop Tambang Emas Ilegal

Andhika Prasetyo | Politik dan Hukum
Presiden Minta Gubernur Banten Setop Tambang Emas Ilegal

ANTARA
Presiden Jokowi Kunjungi Lokasi Bencana di Sukajaya Bogor.

 

PRESIDEN Republik Indonesia Joko Widodo menginstruksikan kepada Gubernur Banten Wahidin Halim untuk segera menertibkan penambangan emas yang dilakukan secara liar di Kawasan Taman Nasional Gunung Halimun Salak (TNGHS). Instruksi tersebut dilontarkan saat presiden meninjau beberapa lokasi terdampak banjir di kawasan Lebak, Banten.

Kegiatan penambangan ilegal dianggap sebagai salah satu pemicu banjir besar karena telah merusak kawasan hutan yang selama ini menjadi daerah resapan air.

Baca juga: Jokowi Minta 30 Jembatan dan 19 Sekolah di Lebak Diperbaiki

"Ini mungkin karena perambahan hutan, menambang emas secara ilegal. Saya sudah sampaikan kepada Pak Gubernur untuk dihentikan," tegas Jokowi, Selasa (7/1).

Ia tidak ingin akibat ulah segelintir oknum yang mengambil keuntungan secara ilegal, banyak warga yang akhirnya mengalami kerugian bahkan sampai kehilangan nyawa.

"Tidak bisa, karena keuntungan satu, dua, tiga orang, banyak masyarakat dirugikan karena banjir bandang ini," tuturnya.

Badan Penanganan Bencana Daerah Banten mencatat sebanyak delapan orang tewas dan 17.200 jiwa yang terdiri dari 4.368 keluarga harus mengungsi akibat bencana tersebut. Sebanyak 1.410 rumah dilaporkan rusak. Jokowi mengatakan pemerintah akan merelokasi rumah-rumah warga yang rusak ke daerah yang dianggap lebih aman. Namun, ia menyerahkan penentuan lahan relokasi kepada Pemerintah Provinsi Banten. (OL-6)

Berita Terkini

Read More

Poling

Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) menggunakan sistem zonasi menimbulkan polemik di tengah masyarakat. Setujukah Anda dengan kebijakan zonasi tersebut?





Berita Populer

Read More