Selasa 07 Januari 2020, 15:55 WIB

Menteri Kesehatan Resmikan Eka Hospital Kota Harapan Indah Bekasi

Eni Kartinah | Humaniora
Menteri Kesehatan Resmikan Eka Hospital Kota Harapan Indah Bekasi

Istimewa
Menkes Dr. dr. Terawan Agus Putranto, Sp.Rad(K) didampingi Managing Director Sinar Mas Saleh Husin dan CEO Eka Hospital Randy Mulyadi.

 

EKA Hospital melalui PT Pelita Reliance International Hospital, yang merupakan salah satu pilar usaha Sinar Mas, resmi mengoperasikan jaringan rumah sakit keempatnya di kawasan Kota Harapan Indah Bekasi, Jawa Barat, pada Selasa (7/1).

Direktur Utama PT Pelita Reliance International Hospital, Dr. Francinita Nati, MM mengungkapkan bahwa penambahan jaringan rumah sakit di Kota Harapan Bekasi merupakan komitmen Eka Hospital untuk menghadirkan layanan kesehatan berkualitas premium bagi semua lapisan masyarakat yang didukung oleh tenaga dokter dan paramedis berpengalaman, serta pemanfaatan teknologi terkini. 

“Kami melihat adanya potensi yang cukup besar untuk secara berkelanjutan mengembangkan fasilitas kesehatan yang mampu menjawab kebutuhan masyarakat, mengingat pertumbuhan populasi penduduk saat ini terus meningkat. Terlebih di kawasan berkembang seperti Kota Harapan Indah dan area sekitar Bekasi,” ujar Francinita. 

Peresmian dilakukan Menteri Kesehatan (Menkes) Letjen TNI (Purn.) Dr. dr. Terawan Agus Putranto, Sp. Rad. (K) RI, didampingi Managing Director Sinar Mas Saleh Husin, jajaran Dewan Komisaris dan Direksi Sinar Mas beserta Dewan Komisaris dan Direksi Eka Hospital (Perseroan). Total keseluruhan investasi pembangunan Eka Hospital Kota Harapan Indah Bekasi mencapai sekitar US$40 juta. 

Menteri Kesehatan RI Letjen TNI (Purn.) Dr. dr. Terawan Agus Putranto, Sp. Rad. (K) menyatakan bahwa dengan adanya Eka Hospital Kota Harapan Indah Bekasi menambah akses layanan kesehatan di wilayah Bekasi dan sekitarnya.

Menurut Terawan, sungguh hal yang menarik ada hal yang baru yakni artificial intelligence (AI) dalam diagnosa suatu penyakit.

"Karena nomor satu adalah diagnosa dan obat mengikuti diagnosa. Diagnosa sangat vital menunjang perawatan pasien dengan baik," kata Menkes.

Menkes juga berpesan agar rumah sakit selalu melayani para pasien dengan hati. "Maka, tidak akan ada pasien dalam negeri yang berobat keluar negeri jika Rumah Sakit di dalam negeri berkomitmen melayani pasien sepenuh hati," tuturnya. 

Mampu menyelenggarakan sistem pelayanan kesehatan secara komprehensif dengan seiring pemanfaatan teknologi menjadi nilai tambah bagi Rumah Sakit. Rumah Sakit juga harus fokus pada orientasi layanan bukan orientasi bisnis. Menkes yakin Rumah Sakit yang melayani dengan hati akan membawa keuntungan yang lebih karena doa orang banyak yang memberikan keuntungan dunia dan akhirat. 

Managing Director Sinar Mas Saleh Husin mengapresiasi komitmen Eka Hospital yang terus beradaptasi dengan kemajuan teknologi.

“Kehadiran Eka Hospital di Bekasi adalah bentuk komitmen swasta mendukung pemerintah meningkatkan kualitas layanan kesehatan bagi masyarakat, khususnya di Jawa Barat. Sekaligus memperluas jangkauan layanan medik terbaik bagi masyarakat,” ungkap Saleh Husin.   

Seperti jaringan Eka Hospital lainnya, Eka Hospital Kota Harapan Indah Bekasi mengimplementasikan pelayanan rumah sakit berbasis digital melalui sistem electronic medical record (EMR) terbaru, yakni SAP Healthcare.

Sistem tersebut memberikan pelayanan yang terintegrasi mulai dari front-end hingga back-end dengan sistem central database. 

Penerapan EMR tersebut didukung pula dengan clinical decision support system, yaitu sistem yang secara otomatis memberikan opini dan rekomendasi kepada para dokter dan paramedis berdasarkan jurnal kesehatan terkini, yang juga dilengkapi dengan warning system untuk menjaga keamanan dalam pemberian obat.

Dengan demikian, pasien akan memperoleh  manfaat kesehatan yang lebih besar dari segi keamanan, kecepatan, ketepatan, bahkan efisiensi biaya pengobatan.  

Selain itu, untuk memberikan pelayanan yang aman dan nyaman bagi pasien, Eka Hospital Kota Harapan Indah Bekasi mengusung tiga keunikan layanan.

“Pertama, konsep one patient one room yang berlaku pada semua kelas kamar perawatan, dengan tujuan memberikan kenyamanan dan mengurangi risiko infeksi terhadap pasien," jelas drg. Rina Setiawati, Direktur Eka Hospital Kota Harapan Indah Bekasi.

Rina menjelaskan kedua, full time doctors, sehingga dapat lebih fokus melayani pasien dan meningkatkan respons terhadap kasus emergensi.

Ketiga, sistem electronic medical record yang terintegrasi secara online, baik antar unit maupun antar rumah sakit, yang dapat memudahkan pasien berobat di jaringan Eka Hospital manapun. (OL-09)

Baca Juga

Antara

Cemari Udara, Walhi: BBM Oktan Rendah Berdampak Buruk

👤Antara 🕔Sabtu 31 Oktober 2020, 11:38 WIB
Dampak buruk penggunaan bahan bakar minyak (BBM) beroktan atau RON rendah mulai dari pencemaran udara hingga gangguan kesehatan, termasuk...
Istimewa

Hadapi Pariwisata Era Pandemi, Sekolah Pariwisata Perlu Inovasi

👤Syarief Oebaidillah 🕔Sabtu 31 Oktober 2020, 10:40 WIB
Tantangan yang dihadapi sekolah tinggi pariwisata di Indonesia semakin berat karena persaingan semakin ketat. Terlebih sejak pandemi...
Ilustrasi

Menanggulangi Covid-19 Dengan Intervensi Pekerja Sosial Medis

👤Agus Utantoro 🕔Sabtu 31 Oktober 2020, 09:38 WIB
Dosen Universitas Muhammadiyah Jakarta, Adi Fahrudin menyatakan dalam penanganan pandemi diperlukan keterlibatan pekerja sosial...

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya