Selasa 07 Januari 2020, 17:45 WIB

Larangan Plastik Sekali Pakai Direspons Positif Masyarakat

Insi Nantika Jelita | Megapolitan
Larangan Plastik Sekali Pakai Direspons Positif Masyarakat

ANTARA FOTO/Mohamad Hamzah
Poster kampanye pengurangan penggunaan kantong plastik dipajang di salah satu ritel modern di Palu, Sulawesi Tengah

 

ATURAN larangan kantong plastik sekali pakai disambut berbagai respons oleh warga Jakarta. Salah satunya, pegawai Jakmart di Balai Kota Jakarta, Tyo, 24, merespons baik terkait aturan larangan kantong plastik sekali pakai. Diketahui, aturan tersebut akan efektif pada 1 Juli mendatang.

"Bagus sih aturannya. Bisa mengurangi sampah plastik, terutama di Jakarta. Kami akan beritahu juga pada pembeli yang disini untuk pakai kantong ramah lingkungan. Nanti disediakan," tutur Tyo di Jakmart, Selasa (7/1).

Baca juga: Abaikan Aturan Plastik Sekali Pakai, Ada Sanksi Hingga Rp25 Juta

Aturan soal pelarangan kantong plastik sekali pakai tertuang dalam peraturan gubernur (pergub) Nomor 142 Tahun 2019 tentang Kewajiban Penggunaan Kantong Belanja Ramah Lingkungan pada Pusat Perbelanjaan, Toko Swalayan dan Pasar Rakyat.

Salah satu lembaga non profit bernama Diet Kantong Plastik juga menyambut baik aturan yang diteken Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan itu. Dalam akun instagramnya @iddkp, mengimbau agar warga Jakarta harus siap menggunakan kantong belanja yang ramah lingkungan.

"Warga Jakarta harus segera bersiap-siap beralih ke kantong belanja yang dapat digunakan berulang kali nih untuk menyukseskan Peraturan Gubernur tersebut.Pergub ini merupakan upaya untuk mengurangi jumlah sampah plastik sekali pakai yang masih menjadi masalah serius di Indonesia," sebutnya.

Namun, menurut Darin,23, Pemprov DKI juga harus gencar mensosialisasikan aturan tersebut. Hal ini tidak mudah memang karena tabiat warga Jakarta yang sudah terbiasa untuk menggunakan kantong plastik sekali pakai, dimana saja dan kapan saja.

"Sebenarnya bagus aturan itu, cuma kan enggak gampang ya untuk ubah perilaku kita, terutama yang tinggal di pusat Kota untuk gunain kantong plastik ramah lingkungan. Perlu sosialisasi yang kenceng dari pemprov dan denda yang ditegasin," ungkap Darin.

Bagi pengelola yang tidak mengindahkan aturan tersebut akan dikenakan sanksi dengan berbagai tingkatan. Mulai dari sanksi teguran tertulis, sanksi uang paksa dari Rp5 juta sampai Rp25 juta. Lalu ada sanksi pembekuan izin hingga pencabutan izin usaha.

Baca juga: Disambut Hujan di Sukajaya, Jokowi Pakai Jas Hujan Plastik

Pemerintah provinsi (pemprov) DKI Jakarta memastikan bagi pengelola pusat perbelanjaan, toko swalayan dan pasar rakyat yang telah melaksanakan kewajiban dan prosedur sosialisasi penggunaan kantong belanja ramah lingkungan, maka akan memperoleh insentif fiskal daerah. Hal ini disampaikan oleh Kepala Dinas Lingkungan Hidup (LH) DKI Jakarta, Andono Warih.

"Insentif fiskal diberikan dalam bentuk pengurangan dan/atau keringanan pajak daerah. Pengelola pusat perbelanjaan, toko swalayan atau pasar rakyat bisa memperoleh insentif fiskal daerah dengan mengajukan surat permohonan kepada Gubernur," ungkap Andono saat dikonfirmasi. (OL-6)

Berita Terkini

Read More

Poling

Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) menggunakan sistem zonasi menimbulkan polemik di tengah masyarakat. Setujukah Anda dengan kebijakan zonasi tersebut?





Berita Populer

Read More