Selasa 07 Januari 2020, 16:29 WIB

Fenomena MJO, Intai Jawa Tengah Jadi Bencana

Ahmad Safuan | Nusantara
Fenomena MJO, Intai Jawa Tengah Jadi Bencana

Antara
Ilustrasi

 

BANJIR, angin ribut dan longsor masih akan mengancam di beberapa daerah di Jawa Tengah, karena dalam tiga kedepan akan muncul fenomena alam Madden Julian Oscillation (MJO).

Menurut Kepala Seksi Observasi dan Informasi BMKG Stasiun Meteorologi Kelas II Ahmad Yani Semarang Yoga Sambodo, MJO mengacu pada pola osilasi awan konveksi yang dapat menimbulkan hujan dalam intensitas sedang hingga lebat.

"Pola osikadi terus berjalan di seluruh wilayah di Indonesia dan kini terbentuk memanjang di sekitar Pulau Jawa, menciptakan pola siklonik di sekitar Benua Australia," katanya, Selasa (7/1).

Fenomena MJO itu, lanjut Yoga Sambodo, berpotensi memicu bencana hidrometeorologi berupa banjir, banjir bandang, angin kencang, dan tanah longsor melanda brberapa daerah di Jawa Tengah.

Berdasarkan data yang ada, fenomena MJO mengancam daerah seperti Brebes bagian selatan, Tegal bagian selatan, Pemalang bagian selatan, Pekalongan bagian selatan, Batang bagian selatan, Kendal bagian

selatan, Cilacap bagian utara, Banyumas/Purwokerto, Purbalingga, Banjarnegara, Wonosobo, Temanggung, Magelang, Kota Semarang, Kabupaten Semarang, Salatiga, Boyolali, Grobogan, Blora, dan Sragen.

‘’Fenomena MJO ini diprediksi akan berlangsung hingga Kamis (9/1) mendatang, maka harus diwaspadai,’’ tambahnya.

Sementara itu Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo saat meresmikan jembatan Kesesi, Kabupaten Pekalongan mengingatkan kepada kepada warga terurama di daerah rawan bencana untuk menggunakan ilmu titen.

‘’Kita punya kearifan lokal namanya ilmu titen, jadi kalau ada hujan deras lebih dari satu jam harus siap-siap mengungsi karena biasanya banjir akan datang," ujar Ganjar.

Demikian jika menemukan retakan tanah di perbukitan atau lereng, lanjut Ganjar Pranowo, saat hujan deras mengguyur akan muncul ancaman longsor, maka bersiap untuk mengungsi ke daerah aman. (OL-11)

 

Berita Terkini

Read More

Poling

Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) menggunakan sistem zonasi menimbulkan polemik di tengah masyarakat. Setujukah Anda dengan kebijakan zonasi tersebut?





Berita Populer

Read More