Selasa 07 Januari 2020, 17:00 WIB

Anak Sungai Kawasen Meluap, Desa Ciherang Kebanjiran

Kristiadi | Nusantara
Anak Sungai Kawasen Meluap, Desa Ciherang Kebanjiran

MI/Kristiadi
Meluapnya anak Sungai Kawasen membuat Desa Ciherang kebanjiran

 

HUJAN deras yang terjadi sejak Senin (6/1) siang hingga malam hari menyebabkan wilayah di Dusun Kubangsari, Desa Ciherang, Kecamatan Banjarsari, Kabupaten Ciamis, Jawa Barat, tergenang banjir setinggi 30-50 sentimeter.

Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana (BPBD) Kabupaten Ciamis Muhamad Soekiman mengatakan intensitas hujan tinggi mengakibatkan aliran anak Sungai Kawasen tidak bisa menampung dan menyebabkan air meluap sekaligus merendam Dusun Kubangpari, RT 08/RW 06, RT 06/RW 05 RT 09/RW 06, Desa Ciherang, Kecamatan Banjarsari.

"Aliran anak Sungai Kawasen memang kondisinya dangkal hingga, pengerukan yang dilakukan belum menyeluruh dari hulu ke hilir sehingga menyebabkan air meluap menggenangi permukiman penduduk. Namun, upaya saat ini masih terus dilakukan dan jika terus meninggi warga segera mengungsi," kata Soekiman, Selasa (7/1).

Soekiman mengatakan air yang merendam Desa Ciherang ini setiap tahun terjadi karena dangkal. Tidak ada korban jiwa, tetapi masyarakat setempat harus tetap waspada jika hujan kembali turun dengan intensitas deras.

"Kami sudah meminta agar petugas BPBD serta perangkat desa dan kecamatan harus saling berkoordinasi terkait banjir tersebut. Pemerintah juga telah meminta agar dinas PUPR melakukan lagi pengerukan dari hulu ke hilir agar kejadian itu tidak membuat masyarakat panik," ujarnya.

Baca juga:  Jokowi Tinjau Warga terdampak Banjir di Bogor

Menurutnya, hujan yang terjadi saat ini harus diwaspadai bersama dan para petugas tetap siaga, terutama menghadapi berbagai bencana seperti longsor, banjir, pergerakan tanah, angin kencang dan lainnya.

Namun, sekarang yang harus dilakukan adalah penanganan terhadap korban supaya mereka tidak panik dan harus tetap memberikan informasi jika kondisi air naik.

"Kami meminta agar petugas BPBD melakukan pendataan lagi secara menyeluruh berapa rumah yang mengalami kerusakan. Akan tetapi, sekarang ini kondisi air masih belum surut mengingat aliran anak sungai kondisinya masih besar. Semua harus tetap waspada jika hujan turun kembali," pungkasnya.(OL-5)

Baca Juga

ANTARA

BPK Selisik Anggaran Penanganan Covid-19 di Medan

👤Yoseph Pencawan 🕔Selasa 27 Oktober 2020, 21:09 WIB
Tahun ini, Pemkot Medan mengalokasikan dana penanganan Pandemi Covid-19 pada tahun ini sebesar Rp500 miliar yang berasal dari refocusing...
Mi/Supardji Rasban

Banjir Rendam Ratusan Rumah di Dua Desa di Pangandaran

👤Adi Kristiadi 🕔Selasa 27 Oktober 2020, 21:09 WIB
Ratusan rumah, sarana ibadah, pendidikan serta kaantor desa di dua desa di Kecamatan Sidamulih dan Mangunjaya, Kabupaten Pangandaran, Jawa...
Ilustrasi

Langgar Pilkada,Walikota Sungaipenuh Divonis Rp4 Juta

👤Solmi 🕔Selasa 27 Oktober 2020, 20:56 WIB
Walikota Sungaipenuh Asafri Jaya Bakri (AJB) divonis denda Rp4 juta subsider dua bulan kurungan oleh PN Sungaipenuh, Jambi, Selasa (27/10),...

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya