Selasa 07 Januari 2020, 15:00 WIB

Temanggung Butuh Tambahan Alat Peringatan Dini Bencana

Tosiani | Nusantara
Temanggung Butuh Tambahan Alat Peringatan Dini Bencana

ANTARA FOTO/Mohammad Ayudha
Anggota komunitas Trooper Nusantara dibantu relawan memasang alat "Early Warning System" (EWS) atau alat peringatan dini tanah longsor

 

PELAKSANA Tugas (Plt) Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Temanggung Gito Walngadi mengatakan Kabupaten Temanggung, Jawa Tengah, masih membutuhkan banyak alat peringatan dini atau early warning system (EWS) untuk mendeteksi potensi bencana tanah longsor karena letak geografis daerah ini memang amat rawan longsor.

Pihaknya mengaku baru memiliki tiga EWS tanah longsor dan dipasang di Kecamatan Gemawang, Pringsurat, dan Bulu. Sementara di wilayah Temanggung ada 16 kecamatan rawan tanah longsor. Dari jumlah itu, sembilan kecamatan memiliki potensi longsor sangat tinggi.

"Idealnya butuh banyak EWS longsor karena struktur tanahnya memang rawan. Tetapi karena keterbatasan dana, jadi baru ada tiga EWS longsor dipasang di tiga kecamatan," ujar Gito di Temanggung, Selasa (7/1).

Baca juga: Gubernur Jateng Resmikan Alat EWS Buatan UGM

Adapun alat deteksi dini untuk curah hujan yang dimiliki Temanggung berjumlah sembilan. Alat deteksi dini bencana itu dipasang tahun 2018 dan merupakan bentuk kerja sama Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Temanggung dengan Universitas Gajah Mada (UGM) Yogyakarta.

Hingga saat ini, kondisi semua peralatan EWS tersebut masih bagus dan berfungsi baik.

"Semoga tahun ini bisa ada pengadaan, baru kita wacanakan. EWS ada yang murah dan mahal, berkisar antara Rp2,5 juta hingga Rp50 juta per unit. Biasanya ada anggaran dari provinsi," tuturnya.(OL-5)

Berita Terkini

Read More

Poling

Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) menggunakan sistem zonasi menimbulkan polemik di tengah masyarakat. Setujukah Anda dengan kebijakan zonasi tersebut?





Berita Populer

Read More