Selasa 07 Januari 2020, 10:35 WIB

Soal Hadapi Bencana, Megawati Sebut Indonesia Harus Contoh Jepang

Insi Nantika Jelita | Humaniora
Soal Hadapi Bencana, Megawati Sebut Indonesia Harus Contoh Jepang

ANTARA/Puspa Perwitasari
Megawati Soekarnoputri

 

KETUA Umum DPP PDI Perjuangan Megawati Soekarnoputri berharap Indonesia bisa meniru cara pemerintah serta warga Jepang dalam menghadapi bencana. Ia menilai kewaspadaan warga Jepang sudah sangat kuat.

Menurutnya, Indonesia merupakan negara yang berpotensi mengalami berbagai bencana alam seperti banjir, tsunami, hingga gempa.

"Itu yang seharusnya perlu dicontoh ya," ujar Megawati dalam keterangan resmi, Selasa (7/1).

Ia mengatakan, untuk meningkatkan kewaspadaan itu, harus dipikirkan. Dirinya sendiri sudah memulai itu lewat pembentukan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) saat menjadi wakil presiden dan lalu presiden RI kelima.

"Sekarang sudah ada, kenapa rakyat tidak diedukasi, disosialisasi?" kata Megawati.

Baca juga: BNPB: Jumlah Pengungsi Banjir Menurun

Dia berjanji, sebagai ketua dewan pengarah Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP), akan lebih masif lagi mendorong agar pendidikan sadar bencana digalakkan seperti di Jepang.

Di negeri dengan ikon Gunung Fuji itu, bahkan anak-anak dari umur TK saja sudah diajari menghadapi bahaya bila gempa terjadi.

Megawati juga bercerita tentang salah satu pengalamannya mengalami guncangan gempa di Jepang.

Saat itu, dirinya dan keluarga yang mendampingi sudah hendak lari keluar dari sebuah restoran tempat mereka makan. Namun hal itu justru dilarang warga Jepang yang menemani mereka makan.

"Teman saya yang orang Jepang bilang tidak usah lari. Nanti diberitahu kapan kita mesti lari. Jadi ada alarm. Kalau alarm bunyi artinya mesti waspada. Alarm kedua kita harus keluar. Jadi begitu. Itu masih berjalan terus cara memberikan warning. Jadi early warning sistemnya bagus. Dibandingkan kita, aduh.. bukan lemah, tapi tidak ada," tandas Megawati. (OL-2)

Berita Terkini

Read More

Poling

Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) menggunakan sistem zonasi menimbulkan polemik di tengah masyarakat. Setujukah Anda dengan kebijakan zonasi tersebut?





Berita Populer

Read More