Selasa 07 Januari 2020, 09:31 WIB

BNPB: Jumlah Pengungsi Banjir Menurun

Ihfa Firdausya | Humaniora
BNPB: Jumlah Pengungsi Banjir Menurun

ANTARA FOTO/Muhammad Bagus Khoirunas
Suasana pengungsian di Kampung Gunung Julang, Lebak, Banten, Senin (6/1).

 

BADAN Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) menyebut terjadi penurunan jumlah pengungsi banjir yang cukup signifikan di wilayah Jabodetabek mulai Selasa (7/1) ini. Hal ini dikarenakan genangan air di sejumlah wilayah mulai surut.

"Terjadi penurunan jumlah pengungsi yang cukup signifikan, semula 36.419 jiwa menjadi 14.535 jiwa," kata Kepala Pusat Data Informasi dan Komunikasi Kebencanaan BNPB Agus Wibowo dalam keterangan resmi, Selasa (7/1).

Data yang dihimpun oleh Pusat Pengendalian Operasi (Pusdalops) BNPB pada 7 Januari 2020 pukul 06.00 WIB menunjukkan genangan air hanya terlihat di dua titik wilayah, yaitu Kabupaten Bogor 20 cm dan Jakarta Barat 20-60 cm.

Selain itu BNPB juga merilis data kerugian akibat banjir dan longsor di wilayah Banten dan Jawa Barat. Sebanyak 1.607 rumah rusak berat, 89 rusak sedang, 995 rusak ringan, dan 1.110 terdampak oleh bencana banjir dan longsor tersebut.

"Di Kabupaten Lebak rumah rusak berat 1.410, rusak ringan 521, dan terdampak 1.110. Di Kabupaten Bogor, rumah rusak berat 197, rusak sedang 89, dan rusak ringan 474," rincinya.

Baca juga : Bantuan ke Sukajaya Minim

Di sisi lain, Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) memprediksi cuaca ekstrem dengan curah hujan tinggi masih akan berlangsung hingga sepekan ke depan. Siklus ini akan berulang hingga pertengahan Februari.

"Masyarakat dihimbau untuk selalu waspada dengan aktif memantau informasi peringatan dini cuaca dari BMKG serta gotong royong dalam melakulan pembersihan got, gorong-gorong, selokan dan daerah resapan air lainnya," lanjut Agus.

Hal ini dilakukan, katanya, sebagai langkah kesiapsiagaan dan mitigasi dalam menghadapi curah hujan tinggi yang berpotensi banjir. (Ifa/OL-09)

Berita Terkini

Read More

Poling

Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) menggunakan sistem zonasi menimbulkan polemik di tengah masyarakat. Setujukah Anda dengan kebijakan zonasi tersebut?





Berita Populer

Read More