Selasa 07 Januari 2020, 11:00 WIB

Tukang Ojek di Kupang Bunuh Pensiunan TNI

Palce Amalo | Nusantara
Tukang Ojek di Kupang Bunuh Pensiunan TNI

MI/PALCE AMALO
Kapolres Kupang Ajun Komisaris Besar Aldinan Manurung memperlihatkan parang yang digunakan JD, 31 untuk menghabisi korbannya.

 

JD, 31, tukang ojek di Desa Manusak, Kecamatan Kupang Timur, Kabupaten Kupang, Nusa Tenggara Timur (NTT) ditangkap polisi karena membunuh pensiunan anggota TNI, Pedro da Costa, 60.

"Tersangka melakukan pembunuhan karena marah dengan dua orang yang menggeber gas sepeda motor sehingga mengeluarkan suara gaduh. Mereka juga membawa katapel," kata Kapolres Kupang Ajun Komisaris Besar Aldinan  Manurung kepada wartawan, Selasa (7/1).

Kejadian itu menyulut emosi JD yang saat yang sama sedang menengak minuman keras di rumahnya yang dekat dengan jalan raya. Ia kemudian masuk ke dalam rumah mengambil parang.

JD langsung mengayunkan parang ke arah YF dan ZD yang saat itu masih duduk di sepeda motor. Keduanya berhasil menghindar dan melarikan diri sehingga parang hanya mengenai bagian depan sepeda motor.

Baca juga: Dua Pengendara Motor Tewas Dihantam Truk di Temanggung

Warga langsung berdatangan ke lokasi kejadian langsung merebut parang dari tangan JD. Namun, JD masuk kembali ke rumahnya dan mengambil lagi parang lainnya.

Saat itu hari sudah mulai gelap dan saat JD kembali ke lokasi kejadian, dia melihat seorang warga sedang berjalan dan langsung mengayunkan parang ke bagian leher sebanyak dua kali hingga tewas.

Menurut Manurung, setelah dibunuh, ternyata korban bukan salah satu dari dua pemuda yang menggeber gas sepeda motor, melainkan pensiunan anggota TNI. Korban juga pamannya pelaku.

"Sekarang dia (pelaku) menyesal,"  ujarnya.

Pelaku disangka melanggar Pasal 338 KUHP subsider pasal 351 ayat 3 KUHP tentang penganiyaan yang mengakibatkan orang meninggal dengan ancaman hukuman maksimal 15 tahun penjara. Saat ini pelaku ditahan di sel Polres  Kupang.

Peristiwa pembunuhan itu terjadi pada 1 Januari 2020, namun  baru diumuman kepada wartawan. (OL-2)

Berita Terkini

Read More

Poling

Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) menggunakan sistem zonasi menimbulkan polemik di tengah masyarakat. Setujukah Anda dengan kebijakan zonasi tersebut?





Berita Populer

Read More