Selasa 07 Januari 2020, 09:20 WIB

Trump Ancam Serang Situs Bersejarah di Iran

Rifaldi Putra Irianto | Internasional
Trump Ancam Serang Situs Bersejarah di Iran

AFP/SAUL LOEB
Presiden Amerika Serikat, Donald Trump.

 

PRESIDEN Amerika Serikat Donald Trump mengancam akan melakukan serangan besar-besaran jika Iran membalas kematian petinggi militernya, Qasem Soleimani.

Trump juga memperingatkan bakal adanya sanksi ekonomi yang besar terhadap sekutunya, Irak, jika berani mengusir pasukan AS yang bermarkas di Irak.

"Kalau Iran bertindak, bakal ada serangan balasan dari Amerika," ungkap Trump saat bertolak ke Washington, Minggu (5/1) waktu setempat.

Setidaknya ada 52 lokasi yang bakal jadi target serangan balik AS, termasuk situs-situs bersejarah. Menurut Trump, sah jika situs-situs milik Iran tersebut jadi sasaran.

Soleimani, 62, ialah komandan Pasukan Quds Iran yang tewas akibat serangan rudal AS saat tiba di Bandara Baghdad, Irak, pada Jumat (3/1).

Sementara itu, warga Iran kemarin turun ke jalanan untuk mengenang Soleimani.

"Hancurkan Amerika! Hancurkan Israel!" teriak mereka.

Iran juga telah menyatakan akan kembali melanjutkan program pengayaan uranium yang sebelumnya dihentikan berdasarkan perjanjian dengan Barat di 2015.

Perkembangan itu membuat prihatin Kanselir Jerman Angela Merkel, Presiden Prancis Emmanuel Macron, serta Perdana Menteri Inggris Boris Johnson. "Ketegangan ini harus dihentikan," ungkap mereka dalam pernyataan bersama, kemarin.

 

WNI waspada

Pelaksana Tugas Juru Bicara Kementerian Luar Negeri RI, Teuku Faizasyah, mengimbau warga negara Indonesia (WNI) di Iran dan Irak untuk waspada.

"Terkait perkembangan hubungan AS dan Iran, kedutaan besar kita di Irak dan di Iran sudah mengeluarkan imbauan kepada WNI untuk meningkatkan kewaspadaan," kata Faizasyah dalam pesan singkat, kemarin.

Pihaknya pun terus memantau perkembangan konflik tersebut agar dapat menyusun langkah-langkah perlindungan bagi WNI di Iran dan Irak.

Kemenlu RI telah menyatakan keprihatinan Indonesia dengan eskalasi yang terjadi di Irak. Kemenlu meminta semua pihak menahan diri.

Adapun bagi WNI yang berada di Irak, jika memerlukan bantuan, dapat menghubungi hotline KBRI Baghdad di nomor +9647500365228. (AFP/Rif/X-11)

Berita Terkini

Read More

Poling

Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) menggunakan sistem zonasi menimbulkan polemik di tengah masyarakat. Setujukah Anda dengan kebijakan zonasi tersebut?





Berita Populer

Read More