Selasa 07 Januari 2020, 08:50 WIB

Belanja Modal Dipercepat

Indriyani Astuti | Ekonomi
Belanja Modal Dipercepat

ANTARA FOTO/Wahyu Putro A
Presiden Joko Widodo didampingi Wakil Presiden Ma'ruf Amin (keempat kiri) memberikan arahan ketika memimpin Sidang Kabinet Paripurna.

 

PRESIDEN Joko Widodo kembali mengingatkan seluruh kementerian dan lembaga (K/L) agar belanja di bulan-bulan awal ini dipercepat, terutama yang berkaitan dengan anggaran-anggaran modal dan belanja-belanja modal.

"Sekali lagi, agar belanjanya dipercepat. Ini berkaitan dengan pertumbuhan ekonomi," tegas Presiden Jokowi saat memberikan pengantar pada sidang kabinet paripurna di Istana Negara, Jakarta, kemarin.

Untuk itu, Presiden meminta semua pejabat eselon I, II, III, dan IV segera menyelesaikan hal-hal yang berkaitan dengan petunjuk teknis (juknis) mengenai belanja modal.

Seusai sidang kabinet paripurna perdana di 2020 itu, Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional (PPN)/Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas) Suharso Monoarfa mengatakan pemerintah telah menuntaskan pembahasan mengenai Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) 2020-2024.

Peraturan presiden (perpres) mengenai RPJMN itu akan diterbitkan selambat-lambatnya pada 20 Januari 2020.

Suharso mengatakan pemerintah tetap optimistis angka rata-rata pertumbuhan ekonomi selama lima tahun mendatang dapat mencapai target yang ditentukan.

"Kita memahami keadaan dunia internasional saat ini, tetapi kita tentu harus tetap optimistis dan kita mengambil di angka antara 5,6% dan 6,2%. Rata-rata ini ya selama 5 tahun ke depan," ujarnya.

Ia melanjutkan, ketika rata-rata pertumbuhan ekonomi dapat tercapai sesuai dengan yang ditargetkan, angka kemiskin-an diharapkan dapat turun signifikan. Angka kemiskinan saat ini sebesar 9,41% ditargetkan turun menjadi 7%. Begitu pula tingkat pengangguran terbuka yang saat ini 5,28% bisa turun menjadi 4,3%, pun rasio Gini dari 0,382 ke 0,374 pada 2024.

Upaya penurunan angka kemiskinan dan pengangguran terbuka diharapkan juga dapat berkontribusi meningkatkan indeks pembangunan manusia (IPM) yang saat ini berada pada angka 71,39% dan diupayakan naik menjadi 75,54% pada lima tahun mendatang. (Ind/X-10)

Berita Terkini

Read More

Poling

Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) menggunakan sistem zonasi menimbulkan polemik di tengah masyarakat. Setujukah Anda dengan kebijakan zonasi tersebut?





Berita Populer

Read More