Senin 06 Januari 2020, 23:43 WIB

Auto2000 Gelar Program Khusus untuk Mobil Toyota Korban Banjir

Nurtjahyadi | Otomotif
Auto2000 Gelar Program Khusus untuk Mobil Toyota Korban Banjir

Dok. Auto2000
Servis mobil di bengkel Auto2000

BANJIR besar yang melanda sebagian wilayah Indonesia di hari pertama tahun 2020 menyebabkan kerugian material tidak terhingga nilainya. Diantaranya adalah mobil yang terendam banjir hingga hanyut terseret arus air.

Air bekas banjir akan menimbulkan banyak masalah pada mobil, seperti kabin yang kotor dan bau, gangguan pada sistem pengereman, mekanis, dan elektrikal. Yang terburuk dari itu semua adalah kerusakan mesin akibat water hammer atau kemasukan air saat mesin berputar.

"Kami turut prihatin dengan adanya musibah banjir yang melanda wilayah ibukota dan sekitarnya, dan memahami situasi sulit bagi pemilik mobil Toyota yang tertimpa musibah banjir. Oleh karenanya Auto2000 menyiapkan program khusus yang diharapkan dapat membantu para pemilik Toyota yang kendaraannya terdampak," ungkap Aftersales Division Head Auto2000 Ricky Martawijaya, Jumat (3/1).

Untuk membantu meringankan beban pengeluaran pemilik Toyota yang melakukan perbaikan mobil pascabanjir, seluruh bengkel resmi Auto2000 di seluruh Indonesia siap memberikan kemudahan. Program ini juga berlaku untuk konsumen yang membeli mobil di diler Toyota lainnya.

Program spesial Auto2000 ini berlaku antara 6 Januari–29 Februari. Auto2000 membagi tiga tingkat kerusakan mobil dalam beberapa kondisi kendaraan yang meliputi:

Baca juga : Peduli Bencana Banjir, Suzuki Tawarkan Towing Gratis

Pertama, pekerjaan ringan. Kategori pekerjaan ringan adalah untuk mobil yang terendam hingga karpet dasar.

Pekerjaan yang dilakukan meliputi melepaskan dan mengeringkan karpet, overhoul alternator, overhoul motor starter, mengecek dan membersihkan sistem pengereman, mengecek bearing roda, mengecek power steering hingga menguras minyak power steering hidrolis, dan memeriksa elektrikal pada junction block dan wire to wire connection.

Kedua, pekerjaan sedang, Jenis pekerjaan untuk mobil yang terendam hingga menyentuh sandaran jok.

Pekerjaan yang dilakukan, selain yang tertera pada pekerjaan ringan, ditambah beberapa item lain seperti melepas dan mengeringkan jok, door trim, dasbor, dan speaker, periksa sistem AC, periksa radio tape, periksa sistem bahan bakar, periksa sistem pengapian, periksa alarm mobil, kuras oli mesin, kuras oli transmisi dan gardan, kuras transmisi otomatis, serta kuras tangki bahan bakar. Selain itu, biaya servis belum termasuk PPN, menghilangkan bau, dan biaya penggantian komponen yang rusak.

Ketiga, pekerjaam berat. Untuk korban banjir yang terendam di atas plafon. Pekerjaan yang dilakukan meliputi semua pekerjaan sedang plus membersihkan atau mengganti plafon. Biaya servis belum termasuk PPN, menghilangkan bau, dan biaya penggantian komponen yang rusak.

Baca juga : Mitsubishi Buka Layanan 24 Jam Untuk Konsumen Terdampak Banjir

Syarat dan ketentuan berlaku, seperti kondisi jok, alarm, dan sound system harus standar. Bagi pengguna Toyota dapat langsung menghubungi cabang Auto2000 terdekat untuk informasi lebih detail mengenai program yang memberikan kemudahan dan keringanan penanganan mobil pascabanjir ini.

Menurut Ricky, pelanggan Toyota merupakan bagian dari Autofamily. "Sebagai salah satu bentuk perhatian dan kepedulian Auto2000 juga memberikan diskon jasa sebesar 30% dan diskon sparepart atau onderdil mobil sejumlah 10% untuk kendaraan korban banjir yang datang ke Auto2000 tapi tidak memiliki asuransi. Termasuk berlaku pula untuk pemilik Toyota dengan asuransi namun tidak ada perluasan tanggungan terhadap bencana alam sehingga kerusakan yang terjadi akibat banjir tidak terlindungi," papar Ricky.

Untuk diskon jasa dan sparepart ini, lanjut Ricky, hanya berlaku hingga 3 Februari 2020. Sebagai gambaran, Toyota Agya yang masuk dalam segmen level pekerjaan ringan maka biaya jasa servis kisaran Rp2.2 jutaan atau diskon 30% dari seharusnya Rp3 jutaan.

"Harga tersebut belum termasuk PPN, menghilangkan bau dan biaya penggantian komponen mobil dan komponen mobil tersebut yang rusak," pungkasnya. (OL-7)

Berita Terkini

Read More

Poling

Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) menggunakan sistem zonasi menimbulkan polemik di tengah masyarakat. Setujukah Anda dengan kebijakan zonasi tersebut?





Berita Populer

Read More