Senin 06 Januari 2020, 21:45 WIB

Kapal Ikan Tiongkok masih Berkeliaran di Natuna Utara

Yakub Pryatama Wijayaatmaja | Nusantara
Kapal Ikan Tiongkok masih Berkeliaran di Natuna Utara

. ANTARA FOTO/HO/Dispen Koarmada I/
Koarmada I menghalau kapal Coast Guard China saat melakukan patroli di Laut Natuna Utara, Kepulauan Riau, Senin (30/12/2019)

 

DIREKTUR Operasi Laut Bakamla RI, Nursyawal Embun, mengatakan timnya masih mendapati dua kapal yang masuk di bawah yurisdiksi Indonesia, tepatnya di sekitar laut Natuna Utara.

"Dua kapal ini merupakan coast guard yang dari awal masuk ke wilayah Indonesia dan bertemu dengan Bakamla sejak 24 Desember silam. Satu kapal lainnya sebagai survei dan berada lebih ke utara," tutur Nursyawal.

Nursyawal pun menyebut ada beberapa kapal ikan yang masih aktif melakukan aktifits mengambil ikan di perairan Natuna Utara. Namun, berapa jumlah kapal nelayan Tiongkok itu tak bisa diketahui Bakamla dan Patroli gabungan karena dikawal oleh coast guard dan mematikan radar kapal ikan Tiongkok. Sehingga Bakamla tak bisa memonitor keberadaan kapal-kapal tersebut.

"Mereka masih menangkap ikan karena beberapa kapal mereka tidak ada aktifitas. Artinya, mereka ada kegiatan yaitu melakukan penangkapan ikan dan dikawal dari coast guard mereka," ucapnya.


Baca juga: Pasutri Tewas Tertimpa Pohon Tumbang Dekat Kantor Gubernur


Demi mempertahankan perairan Natuna Utara dari kedatangan kapal asing dan penangkapan ikan illegal, tim TNI Angkatan Laut (AL) menambah pasukannya menjadi empat tim unit, Bakamla pun menambah satu unit untuk melakukan peninjauan langsung ke perairan Natuna Utara.

"Prinsipnya sama melakukan penegakkan hukum, karena ini hal berdaulat bagi kita, jadi hanya bisa melakukan untuk melakukan penegakan hukum pada kapal-kapal asing," ujar Nursyawal kepada Metro TV.

Terkait rencana memasukkan nelayan-nelayan Indonesia ke Natuna Utara, Nursyawal masih belum melihat para nelayan Indonesia di perairan Natuna Utara. Sebaliknya, Nursyawal melihat banyak kapal-kapal asing yang berada di perairan milik Indonesia itu. (OL-1)

 

Berita Terkini

Read More

Poling

Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) menggunakan sistem zonasi menimbulkan polemik di tengah masyarakat. Setujukah Anda dengan kebijakan zonasi tersebut?





Berita Populer

Read More