Sabtu 04 Januari 2020, 13:25 WIB

Jangan Andalkan Satu Karya

Fathurrozak | Weekend
Jangan Andalkan Satu Karya

MI/Adam Dwi
Beng Rahardian

SAAT ini, sudah banyak saluran yang  bisa  dimonetisasi sebagai  lini turunan dan pengembangan dari  karya  ilustrasi.  Namun, Beng Rahadian mengingatkan agar ilustrator tidak hanya terpatok pada satu karya.

“Bukan hanya diterbitkan ke medium buku, dijadikan merchandise, jadi motif dalam produk fesyen. Ini menguntungkan untuk jangka panjang. Namun, ilustrator tidak boleh hanya berpegang pada satu output karya.  Memang sepertinya mudah, karyanya dibikin film. Tetapi enggak cepat juga. Tidak saat itu ngomongin karya itu dibuat dalam bentuk produk lain, uangnya akan langsung ada. Untuk menuju ke sana, harus berkarya  yang lain juga, enggak boleh pegang satu karakter atau produk saja.”

Penyuka kopi jenis arabika ini menyebutkan media sosial menjadi ruang  pamer saat ini. Di samping bisa menjadi saluran bisnis yang menjanjikan dengan biaya murah. Saat ini, ia menilai orang sudah berpikir karya seni/visual tidak sebatas karya agung yang tidak bisa diotak-atik, tetapi bisa dimodifikasi.

“Mereka yang lahir dari kondisi serbadigital diuntungkan banyak. Aku ajarkan ke mahasiswaku ketika mereka mau kerja, pertama mereka bisa branding sendiri. Enggak harus mencari perusahaan. Medsos menjadi cara paling murah dan paling jitu untuk memulai bisnis. Tidak hanya berjualan secara langsung, tetapi juga membranding diri. Unggah ilustrasi, orang akan melihat dan dari situ akan menjadi jalan bisnis.”

Kolam kecil

Beng mengakui ia tipikal seniman yang cukup konservatif. Meski melek komersialisasi karya, ia ingin ada sentuhan personal dan taraf nilai estetika sehingga menurutnya lebih baik menjadi ikan besar dalam kolam kecil.

“Ingin menjaga sisi personal. Katakanlah punya 100 konsumen, tetapi mereka yang setia untuk membeli. Lebih baik seperti itu daripada ada ribuan konsumen, tetapi acak dan tidak akan beli lagi. Aku harus pertahankan pada sebatas itu. Jadi ikan besar di kolam kecil, kalau jadi ikan kecil di kolam besar akan dimakan orang.”

Ia menemukan bahwa keseluruhan dari dunianya ialah ilustrasi. “Dulu dikenal komikus. Sekarang juga masih buat komik meski enggak buat cari uang banget, komikus yang bisa mengerjakan pekerjaan lain. Ketika tidak dipesan pun, bisa menciptakan konten sendiri. Ini yang harus dicapai anak-anak sekarang, menciptakan kontennya sendiri.” (Jek/M-3)


BIODATA   
Nama Lengkap : BENG RAHADIAN
Tempat dan tanggal lahir : Cirebon, 29 Mei 1975
Karya : Mencari Kopi Aceh (2016, Octopus Garden)
Enjah (2013, Cendana Art Media) bersama Tomas SoejaktoSokasrana
Syndrome (2019, Runa Prima Sinergi) bersama Mansjur Daman

Baca Juga

Sz.gov.cn

Akibat Pandemi, Shenzen Larang Warga Makan Kucing hingga Katak

👤Galih Agus Saputra 🕔Kamis 02 April 2020, 17:00 WIB
Shenzen merupakan kota pertama di Tiongkok yang menerapkan aturan...
LISA O

Antisipasi Wabah Korona, Justin Bieber Tunda Tur Promo Albumnya

👤Fathurrozak 🕔Kamis 02 April 2020, 16:30 WIB
Album tersebut merupakan album kelimanya dengan single Yummy yang populer di aplikasi Tiktok dan memunculkan tagar...
Instagram @anggy_umbara

Sutradara Ini Jadi Penulis Naskah Acara Komedi "Spontan" Saat SMP

👤Fathurrozak 🕔Kamis 02 April 2020, 15:00 WIB
Ia begitu senang mendapat bayaran Rp300 ribu per...

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya