Senin 06 Januari 2020, 18:35 WIB

BMKG Ingatkan Adanya Gelombang Tinggi di Perairan NTT

Faustinus Nua | Humaniora
BMKG Ingatkan Adanya Gelombang Tinggi di Perairan NTT

ANTARA FOTO/Fikri Yusuf
Gelombang tinggi

 

BADAN Meterologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) memprakirakan adanya gelombang tinggi di sejumlah perairan di Indonesia. Hal itu akan berpengaruh pada penyebrangan laut, khususnya di wilayah kepulauan seperti Nusa Tenggara Timur (NTT).

"Penyebrangan di sekitar NTT gelombangnya berpotensi meningkat tinggi selama 2 sampai 3 hari ke depan," kata Kepala Pusat Meteorologi Publik, A. Fachri Radjab dalam konferensi pers evaluasi Mudik Nataru, di Kementerian Perhubungan, Jakarta, Senin (6/1).

Baca juga: Angin Kencang, Tiga Santri Tertimpa Bangunan

Menurutnya, saat ini terjadi badai siklon tropis di wilayah Australia bagian barat. Hal itu memberikan dampak hujan deras, angin kencang, dan gelombang tinggi mencapai 2,5 meter di kawasan perairan di sekitarnya seperti perairan NTT.

"Saat ini, di Australia bagian barat ada timbul siklon tropis black. Ini berdampak pada peningkatan kecepatan angin di sekitar perairan NTT," ungkapnya.

Untuk itu, BMKG mengingatkan kepada Kementerian Perhubungan dan juga Pemerintah Daerah untuk memperhatikan hal tersebut meskipun puncak musim hujan sendiri diperkirakan terjadi pada bulan Februari.

Sementara itu, Dirjen Perhubungan Darat Budi Setiyadi menegaskan bahwa pihaknya telah mendapat peringatan terkait cuaca buruk oleh Menteri Perhubungan. Setiap penyebrangan harus diperhatikan dengan kondisi cuaca ataupun informasi lainnya dari BMKG.

"Kondisi cuaca yang disampaikan Pak Menteri harus diperhatikan cuaca yang anomali daan betul terjadi sampai sekarang. Kemarin penyebrangan ke beberapa daerah saya minta di hold dulu," kata Budi.

Untuk itu, dia meminta setiap Unit Penyelenggara Pelabuhan (UPP) di berbabagai daerah untuk berani mengambil keputusan tegas. Menurutnya, apabila ada cuaca buruk sebaiknya penyebrangan laut harus ditunda demi keselamatan penumpang.

"Saya minta kepada beberapa UPP kalau ada indikasi cuaca tidak bagus harus berani ambil keputusan. Di Labuan Bajo kemarin sudah aman, kemudian di Ambon ada kapal yang nabrak karang baru 1,7 mil dan bisa dilakukan evakuasi," tambahnya. (OL-6)

Berita Terkini

Read More

Poling

Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) menggunakan sistem zonasi menimbulkan polemik di tengah masyarakat. Setujukah Anda dengan kebijakan zonasi tersebut?





Berita Populer

Read More