Senin 06 Januari 2020, 15:45 WIB

Diguyur Hujan Lebat, Longsor Terjadi di Kudus dan Pati

Akhmad Safuan | Nusantara
Diguyur Hujan Lebat, Longsor Terjadi di Kudus dan Pati

ANTARA FOTO/Akbar Nugroho Gumay
Ilustrasi bencana longsor

 

BENCANA tanah longsor menimpa Kabupaten Kudus dan Pati, Jawa Tengah,. Sebelumnya, bencana tersebut terjadi di Desa Rahtawu, Kecamatan Gebog, Kudus. Hanya dalam hitungan jam, longsor juga menutupi ruas jalan Pangonan-Gunungwungkal, Kabupaten Pati.

Pantauan Media Indonesia, Senin (6/1), ratusan warga Desa Pangonan, Kecamatan Tlogowungu, Kabupaten Pati, sejak pagi melakukan gotong-royong menyingkirkan longsoran tanah yang menutupi ruas jalan Pangonan-Gunungwungkal, Pati, dengan peralatan seadanya.

Longsoran tanah setinggi enam meter dan lebar mencapai 10 meter itu menutupi ruas jalan penghubung, menjadikan warga tidak dapat melintas baik menggunakan kendaraan roda dua maupun empat.

"Tebing longsor terjadi pada dini hari tadi, warga kami tidak dapat melintas karena jalan tertutup tanah," kata Kepala Desa Pangonan Sudadi.

Agar dapat keluar masuk desa, lanjut Sudadi, maka warga dikerahkan untuk bergotong-royong sejak pagi, meskipun hanya menggunakan peralatan sederhana. Dalam beberapa jam, jalan sudah terbuka dan kembali dapat dilintasi.

"Hujan semalaman menjadikan tebing itu longsor dan menutupi jalan," imbuhnya.

Baca juga: Presiden Jokowi Berbelasungkawa untuk Korban Longsor Bogor

Beberapa jam sebelumnya, longsor terjadi di Desa Rahtawu, Kecamatan Gebog, Kabupaten Kudus, namun tidak menimbulkan korban jiwa karena terjadi di tanah kosong.

Kepala Pelaksana Harian Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kudus Bergas Catur mengatakan longsor yang terjadi karena hujan lebat yang mengguyur kawasan itu selama beberapa jam, sehingga bangunan dengan pondasi yang tidak kuat langsung longsor akibat gerusan air.

"Tidak ada korban jiwa, warga juga membersihkan sendiri longsoran, kami meminta warga yang tinggal di perbukitan waspada karena intensitas hujan cukup tinggi," ujar Bergas Catur.(OL-5)

Berita Terkini

Read More

Poling

Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) menggunakan sistem zonasi menimbulkan polemik di tengah masyarakat. Setujukah Anda dengan kebijakan zonasi tersebut?





Berita Populer

Read More