Senin 06 Januari 2020, 13:53 WIB

Volume Sampah Banjir Capai 6.000 Ton Hingga Hari Ini

Gana Buana | Megapolitan
Volume Sampah Banjir Capai 6.000 Ton Hingga Hari Ini

MI/Gana Buana
Sampah banjir di Bekasi

 

Volume sampah banjir di Kota Bekasi diperkirakan capai 6.000 ton dalam empat hari pemberihan. Pembersihan akan terus dilakukan bahkan sampai setelah masa tanggap bencana selesai besok, Selasa (8/1).

Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Bekasi Yayan Yuliana menyampaikan, volume sampai pasca banjir diperkirakan mencapai 1.500 ton perhari. Sampah tersebut bervariasi mulai dari sampah perabot rumah tangga, kasur bahkan sampah rumah tangga.

“Ini sampah di lokasi banjir saja ya, bukan sampah harian, ini saja sehari sudah mencapai 1.500 ton, empat hari ya kira-kira sudah 6.000 ton,” ungkap Yayan pada Media Indonesia, Senin (7/1).

Yayan menjelaskan, meski sudah diangkut petugas nyatanya tumpukan sampah masih ada di lokasi titik banjir. Hingga hari ini seluruh pegawai mulai personil pesapon hingga staff DLH terjun semua membersihkan sampah pasca banjir di Bekasi. Mereka tersebar di lokasi-lokasi yang tergenang banjir pada Rabu (1/1) kemarin.

“Ini mereka di lapangan semua tidak ada yang di kantor,” kata Yayan.

Yayan memprediksi, pembersihan akan terus berlanjut hingga masa tanggap darurat selesai. Sebab, prabot warga yang sudah terimbas banjir masih banyak berserakan di jalan.

“Hari ini masih kita bersihan, besok juga, tapi saya rasa masih terus berlanjut, perabot warga yang rusak kena banjir masih banyak yang dibuang,” lanjut dia.

Kepala Seksi Pengurangan Sampah DLH Kota Bekasi, Sunarmo menambahkan, sejak empat hari lalu, pegawai yang ada di Pemerintahan Kota Bekasi belum pulang ke rumah lantaran ikut membantu pembersihan sampah. Bahkan hinhha hari ini sampah bekas banjir masih memenuhi berbagai lokasi.

“Pada engga pulang-pulang ikut bersih-bersih di lapangan,” tandas dia. (OL-11)

Berita Terkini

Read More

Poling

Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) menggunakan sistem zonasi menimbulkan polemik di tengah masyarakat. Setujukah Anda dengan kebijakan zonasi tersebut?





Berita Populer

Read More