Senin 06 Januari 2020, 10:37 WIB

BMKG Imbau Warga Flores Timur Waspadai Banjir

Ferdinandus Rabu | Nusantara
BMKG Imbau Warga Flores Timur Waspadai Banjir

Ilustrasi
Hujan dan angin kencang

 

CUACA ekstrem berupa hujan dan angin kencang yang mulai melanda Kabupaten Flores Timur (Flotim), Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT), Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) melalui Stasiun Meteorologi Gewayantana Flores Timur, mengimbau setiap warga untuk selalu waspada terhadap bahaya banjir dan longsor yang rawan terjadi.

Kondisi topograsi Kabupaten Flores Timur (Flotim), Provinsi NTT yang berada di kemiringan dan dikelilingi beberapa gunung dan bukit membuat daerah ini rawan longsor saat musim hujan dengan curah hujan yang sporadis. Sejumlah kejadian seperti banjir dan longsor pun kerap melanda daerah ini.

Kepala Stasiun Meteorologi Gewayantana Kabupaten Flores Timur, Marsianus YR Milla, mengakui saat ini hujan mulai merata terjadi di Flotim, sehingga perlu kewaspadaan terhadap potensi bencana longsor.

''Yah, saat ini hujan mulai merata terjadi di Flotim sehingga perlu waspada terhadap longsor karena topograsi daerah ini kan bergunung-gunung dan dikelingi bukit dan tebing di sepanjang jalur Flores Timur sehingga rawan longsor. Sehingga jika ingin berpergian keluar daerah maka harus dihindari dan waspada saat melewati tebing-tebing yang rentan terjadi longsor dan pohon tumbang demi keselamatan diri,'' pungkas Marsianus.

Selain mengingatkan waspada terhadap longsor, Marsianus juga mengimbau agar melindungi diri dari ancaman petir dan juga waspada terhdap pelayaran laut karean tinggi gelombang laut mencapai sekitar 2 meter.

''Selain ancaman longsor, saat hujan ekstrem ini, kita juga perlu wasapada terhadap bahaya sambaran petir karena saat hujan ini banyak muncul awan-awan konvektif aktif yang mangandung listrik sehingga menimbulkan petir. Sehingga sebaiknya saat petir, kita berada di dalam rumah untuk menghindari sambaran petir. Selain itu, BMKG juga telah mengeluarkan peringatan dini bahwa sejak tanggal 4 hingga 7 Januari potensi gelombang laut mencapai 2 meter lebih sehingga perlu diwaspadai dan tetap siaga saat beraktivitas di pesisir maupun di laut. Kami pun akan terus memantau kondisi dan perkembangan cuaca untuk selalu memberikan peringatan dini terhadap warga demi menjaga keselematan saat cuaca ekstrim ini melanda,'' sambung Marsianus.

Sementara itu, terkait cuaca buruk sejumlah pelayaran menggunakan kapal feri ke sejumlah daerah pun dibatalkan menyusul adanya penutupan sementara pelayaran oleh ASDP terkait kondisi cuaca dan peraiaran NTT yang tidak memungkinkan untuk berlayar. (OL-11)

Berita Terkini

Read More

Poling

Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) menggunakan sistem zonasi menimbulkan polemik di tengah masyarakat. Setujukah Anda dengan kebijakan zonasi tersebut?





Berita Populer

Read More