Senin 06 Januari 2020, 07:50 WIB

Iran Siapkan Serangan Balasan

Melalusa Susthira K | Internasional
Iran Siapkan Serangan Balasan

AFP/KHAMENEI.IR
Pemimpin Tertinggi Iran Ayatollah Ali Khamenei .

 

PEMIMPIN Tertinggi Iran Ayatollah Ali Khamenei hari ini memimpin doa bersama untuk menghormati jenazah Mayor Jenderal Qassem Soleimani, pemimpin pasukan militer elite Iran, Quds, di Universitas Teheran sebelum prosesi ke Azadi Square.

Jenazah Soleimani kemudian dibawa ke kota suci Qom untuk upacara di Kuil Masumeh menjelang pemakaman di kota kelahirannya, Provinsi Kerman, Selasa (7/1).

Soleimani tewas dalam serangan udara AS atas perintah Presiden Donald Trump di dekat Bandara Internasional Baghdad, Irak, Jumat (3/1). Tewasnya Soleimani memicu kekhawatiran perang baru di Timur Tengah.

Selain Soleimani, serangan AS juga menewaskan Wakil Komandan Pasukan Mobilisasi Populer Abu Mahdi al-Muhandis.

Sebagai reaksi tewasnya Soleimani, kemarin, gelombang pelayat memenuhi jalan-jalan  di Kota Ahvaz. Menurut laporan kantor berita semiresmi Iran, ISNA, jasad Soleimani dan lima jasad warga Iran lain tiba di kota barat daya Iran itu setelah diterbangkan dari Irak menjelang subuh.

"Kematian bagi Amerika," teriak massa yang berkumpul di jalan-jalan Kota Ahvaz.

Ribuan pelayat berpakaian hitam berkumpul di Mollavi Square dengan membentangkan bendera Iran. Selain di Mollavi Square, pelayat juga memadati jalan-jalan di sekitar pusat Kota Ahva yang berpenduduk 1,3 juta orang itu.

Serangan AS ke Bandara Internasional Baghdad pun mendapat kecaman pemimpin dunia. Pemimpin Iran Ayatollah Ali Khamenei memberi peringatan bahwa aksi balas dendam tinggal menunggu.

Dengan sikap dan tindakan yang kerap memicu kontroversi, Trump tidak gentar dengan gertakan dan ancaman Iran. Di akun Twitter-nya, dia menantang dan siap merespons serangan balasan dari militer Iran ataupun pendukungnya.

Bahkan setelah menginstruksikan pembunuhan terhadap Soleimani, kini Trump memperingatkan bahwa pihaknya menargetkan 52 situs di Iran. Ia menyebut akan menyerang situs itu dengan sangat cepat dan keras apabila Iran menyerang personel ataupun aset milik AS.

 

Trump mengatakan ke-52 situs di Iran yang ditargetkan tersebut mewakili jumlah orang AS yang pernah disandera di Kedutaan AS di Teheran, Iran, sejak 4 November 1979 hingga 20 Januari 1981.

"Pada tingkat yang sangat tinggi dan penting bagi Iran serta budaya Iran. Semua target maupun Iran akan diserang dengan sangat cepat dan keras," demikian cicitan Trump diakun Twitter miliknya, kemarin. (Uca/Der/AFP/X-3)

 

Berita terkait halaman 10 & 13                    

Berita Terkini

Read More

Poling

Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) menggunakan sistem zonasi menimbulkan polemik di tengah masyarakat. Setujukah Anda dengan kebijakan zonasi tersebut?





Berita Populer

Read More