Senin 06 Januari 2020, 07:40 WIB

Cuaca Ekstrem masih Mengancam

Indriyani Astuti | Humaniora
Cuaca Ekstrem masih Mengancam

MI/Rendy Ferdiansyah
Cuaca ekstrem warga di minta waspada.

 

MASYARAKAT diimbau tetap waspada dalam menghadapi bencana karena cuaca ekstrem masih berpeluang terjadi. Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memprakirakan ada potensi cuaca ekstrem dalam satu pekan mendatang.

Deputi Bidang Meteorologi BMKG Mulyono R Prabowo menjelaskan, berdasarkan hasil analisis kondisi dinamika atmosfer terkini, hujan lebat masih berpotensi melanda beberapa wilayah Indonesia. Cuaca seperti itu disebabkan berkurangnya pola tekanan rendah di belahan bumi utara dan meningkatnya pola tekanan rendah di belahan bumi selatan (BBS) yang mengindikasikan adanya peningkatan aktivitas monsun Asia.

Perubahan itu, menurut Mulyono, dapat menyebabkan penambahan massa udara basah di wilayah Indonesia. Selain itu, menyebabkan pola tekanan rendah di BBS (sekitar Australia) membentuk pola pertemuan massa udara dan belokan angin meningkat signifikan.

"Itu memicu pertumbuhan awan hujan di wilayah Indonesia, terutama di bagian selatan ekuator," jelasnya, kemarin.

BMKG juga memprediksi bahwa aktivitas Madden Julian Oscillation (MJO) fase basah mulai aktif di sekitar wilayah Indonesia selama sepekan mendatang. Kondisi itu dapat meningkatkan potensi pembentukan awan hujan cukup signifikan di wilayah Indonesia. "Dalam periode sepekan mendatang ada potensi cuaca ekstrem dan curah hujan sedang hingga lebat. Dapat disertai kilat, petir, dan angin kencang."

Wilayah-wilayah yang diprakirakan diguyur hujan sedang hingga lebat pada periode 5-8 Januari 2020 antara lain Aceh, Sumatra Utara, Sumatra Barat, Riau, Kepulauan Riau, Jambi, Bengkulu, Bangka Belitung, Sumatra Selatan, Lampung, Banten, dan DKI Jakarta. Begitu pula Jawa Barat, Jawa Tengah, DI Yogyakarta, Jawa Timur, Bali, Nusa Tenggara Barat, Nusa Tenggara Timur, Kalimantan, Gorontalo, Sulawesi Utara, Sulawesi Tengah, Sulawesi Tenggara, Sulawesi Selatan, Maluku, Maluku Utara, Papua Barat, dan Papua.

Sumber: BNPB/NRC

 

Adapun pada 9-12 Januari 2020 hujan sedang hingga lebat bisa melanda Aceh, Sumatra Utara, Sumatra Barat, Riau, Kepulauan Riau, Jambi, Bengkulu, Bangka Belitung, Sumatra Selatan, Lampung, Banten, dan DKI Jakarta. Demikian halnya di Jawa Barat, Jawa Tengah, DI Yogyakarta, Jawa Timur, NTT, Kalimantan, Gorontalo, Sulawesi Utara, Sulawesi Tengah, Sulawesi Barat, Sulawesi Selatan, Sulawesi Tenggara, Maluku, Maluku Utara, Papua Barat, dan Papua.

"Masyarakat diimbau tetap waspada dan berhati-hati terhadap dampak yang dapat ditimbulkan seperti banjir, tanah longsor, banjir bandang, genangan, angin kencang, pohon tumbang," tutur Mulyono.

BMKG juga mengingatkan potensi ketinggian gelombang laut di wilayah Indonesia hingga lebih dari 2,5 meter dapat terjadi di beberapa perairan untuk sepekan mendatang.

 

Peringatan dini

Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) meminta Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) di seluruh Indonesia aktif menginformasikan peringatan dini cuaca ekstrem kepada masyarakat. Dengan begitu, warga dapat meningkatkan kewaspadaan dan kesiapsiagaan.

"Semua pihak diimbau untuk waspada dan meningkatkan kesiapsiagaan terhadap potensi cuaca ekstrem sepekan ke depan," ujar Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Bencana BNPB Agus Wibowo.

Dia mengingatkan masyarakat untuk menyiapkan tas siaga bencana berisi makanan, minuman, pakaian, senter, peluit, radio, obat-obatan, dan keperluan lain yang bisa dibawa secara cepat jika terjadi bencana. (X-8)

Baca Juga

Dok. Pribadi

Nasionalisme Bisa Dibangun Secara Kreatif

👤Syarief Oebaidillah 🕔Rabu 25 November 2020, 18:30 WIB
Lewat seni atau kegiatan sosial dengan melibatkan murid dengan latar belakang yang berbeda-beda akan menumbuhkan jiwa kebersamaan dan...
Dok MI

Warisan Budaya Harus Mampu Perkuat Nilai Kebangsaan

👤Mediaindonesia.com 🕔Rabu 25 November 2020, 18:15 WIB
Nilai kebhinekaan, gotong-royong dan berbagai nilai-nilai luhur lainnya, menurut Reriemerupakan sejumlah nilai yang diwarisi para leluhur...
Antara

Nadiem: Guru Honorer Terima Bantuan Tunai Rp1,8 Juta

👤Faustinus Nua 🕔Rabu 25 November 2020, 18:10 WIB
"Semua operator-operator sekolah dan tenaga pendidik mendapatkan. Jadi sasaran kita sedikit di atas 2 juta orang, kebanyakan adalah...

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya